Chapter 7

2463 Kata
Sedikit Memori  Allerick “Koleksi gaun terbaru untuk anda Nona.” Layla menunduk hormat ketika Avyanna membuka pintu, ia menemukan dua orang pelayan membawa banyak gaun di tangan, nampaknya berat, karena merasa kasihan Avyanna segera mempersilahkan mereka masuk, langsung menata gaun-gaun itu di lemari. Allerick sering menambahkan koleksi gaunn untuk Avyanna, entah untuk apa, sebab sejujurnya Allerick tidak pernah mengajaknya keluar. Avyanna tidak perlu menolak, karena tau Allerick tak suka di bantah. “Layla, apakah Allerick di istana?” Layla menggeleng “Beliau keluar bersam Mor sejak pagi.” Avyanna mengangguk, Layla dan kedua pelayan itu keluar dari kamar Avyanna. Perempuan itu memutuskan keluar dari istana, merasa bosa, jam makan siang satu jam lagi, biasanya Allerick akan pulang untuk makan siang, Avyanna memutuskan berjalan keluar istana, sebenarnya Allerick melarangnya keluar, dominan di istana di penuhi pelayan pria, mereka suka menatap Avyanna tanpa sadar, terpukau pada si gadis bermata samudra, Avyanna memang di takdirkan memiliki kecanntikan itu. Perempuan itu jarang berada di luar, Allerick suka membiarkannya di balkon kamar, di dalam istana bersama Layla, atau belakangan ia sering ke hutan buatan milik Allerick, belajar tentang tumbuhan obat dari buku yang Allerick berikan. Sekarang Avyanna memilih duduk di gazebo, ada di tengah taman bunga, Avyanna duduk disana dengan nyaman, ia menghirup udara yang terasa menyegarkan, ternyata negeri immortal tidak seburuk itu, meski ia jarang berkeliling di istana milik ibu dan ayahnya, Avyanna bisa mengakui kalau istana Allerick tak kalah indah, meski banyak nuansa menyeramkan mendominasi. “Sudah kukatakan kau dilarang keluar.” Avyanna segera membuka matanya karena terkejut, ada Allerick yang memandangnya marah di sana. JANGAN LUPA TAP LOVE EVERYBODY “Aku bosan.” “Kau bisa ke hutan buatan.” Ketus Allerick, tak mau kalah. Avyanna menatap Allerick sebal “Diamlah, duduk disini.” Avyanna menepuk tempat di sampingnya, tangannya menarik Allerick duduk, memaksa. Anehnya Allerick menurut. “Apa yang kau lakukan di luar? Bolehkah aku tau, bukankah aku istrimu?” Allerick menatap perempuan itu aneh “Apa yang Layla berikan padamu, kenapa kau jadi cerewet.” “Aha, anggap saja aku benar-benar bosan, aku hanya  boleh di dalam istana, berbicara pada Layla dan padamu, malangnya aku.” Avyanna menyindir di akhir kalimatnya. “Apa dunia manusia seburuk itu, kau tidak anggun sama sekali.” Avyanna menatap Allerick, dahinya berkerut “Kau tau aku pernah di asingkan di dunia manusia.” “Aku tau segalanya.” Ada nada sombong disana. “Bagaimana?” “Kutugaskan seseorang memantaumu bertahun-tahun, seekor burung gagak.” Avyanna mengernyit “Burung aneh itu utusanmu?” “Ya,” Avyanna mengernyit, ia sering melihat burung gagak itu, selalu hinggap di sekitar Avyanna, malam hari, mengawasi Avyanna. Tapi Avyanna tak menganggapnya aneh, karena burung itu nampak seperti burung pada umumnya. “Bodoh sekali orang tuamu, percuma mengasingkanmu, ramalan itu akan tetap menjadi nyata.” Avyanna terkekeh “Harusnya aku marah karena kau mengatai orang tuaku, tapi rasanya aku sendiri tak mengenal mereka.”  “Bagaimana kalau dalam misi balas dendamku, kaum mu ada didalamnya?” “Aku tidak tau, aku bahkan tak mengenali diriku sendiri Allerick,” Avyanna tersenyum miris, anehnya Allerick tidak menyukai kesedihan di manik kesukaannya itu. Harusnya tidak, sebab Allerick, adalah makhluk tanpa perasaan. Itu sebabnya ia adalah makhluk terlarang. ~~ Avyanna masuk ke dalam kamarnya dengan banyak bunga mawar biru di tangannya, ia meletakannya di meja, mengisi air di vas. Sekarang kamarnya terlihat lebih berwarna, perempuan itu tersenyum puas, Avyanna mendengar suara penjaga gerbang berteriak untuk membuka gerbang, Avyanna tersenyum lebar, segera berlari untuk turun ke bawah, ia tersenyum di depan pintu, menunggu Allerick turun dari Mor yang sedang dalam bentuk srigalanya, Avyanna jadi bertanya-tanya Allerick jarang sekali berubah dalam bentuk srigala, ia lebih sering dalam bentuk Fallen Angelnya. Tapi itu saja sudah sangat diwaspadai, apa yang di maksud kekuatan sepenuhnya Allerick ketika ia berubah dalam bentuk srigalanya. “Selamat sore,” Avyanna tersenyum, ia mulai terbawa, ketika Allerick tak lagi menunjukan kekejamannya. Avyanna jadi lebih terbuka. “Pesananmu,” Allerick menyerahkan sekantong bibit obat untuk Avyanna, akhir-akhir ini Avyanna memang sering berada di rumah kaca Allerick, membawa buku disana mengamati tanaman obat disana hingga lupa waktu. “Terimakasih,” Senyum itu makin merekah, Avyanna segera berlari masuk, memanggil Layla menyimpat bibit itu di kamarnya. “Kau berlaku sangat manis belakangan,” Allerick menatap Avyanna aneh “Apa kau sudah betah di istanaku.” “Mungkin. Atau aku tak punya pilihan lain.” “Kau mau makan malam bersama, oh bolehkah kita makan malam di luar?” Avyanna menatap Allerick penuh harap. Allerick diam sesaat “Baik, bersiaplah. Temui aku di ballroom satu jam lagi.” Avyanna melompat kecil, lalu segera masuk ke dalam kamarnya, Allerick masih menatapnya sekilas. ~~ “My lord, nona. Silahkan duduk.” Seorang pria berkumis membungkung, menyambut mereka hormat, Avyanna tau Allerick mengosongkan restoran di tengah kota, mereka datang dengan menunggangi kuda, di setiap jalan penduduk membuka jalan dan menunduk member hormat, Allerick menguasai satu klan, hanya klan srigala, Avyanna tak tau kenapa, karena menurutnya Allerick semestinya menguasai dua klan, itu artinya klan fallen angel sekarang di kuasai oleh orang lain. Allerick menarik kursi untuk Avyanna duduk, kemudian pria itu meminta Derrek si pemilik restoran menyiapkan semua menu terbaik miliknya. Avyanna menatap ke sekeliling “Kau benar-benar menyewa restoran ini?” “Siapa yang perlu menyewa jika punya kekuasaan.” Ujar pria itu sombong. “Allerick boleh aku bertanya beberapa hal?” “Pilih baik-baik pertayaanmu, aku hanya akan menjawab dua.” Avyanna mendengus “Kenapa kau tinggal di klan srigala?” “Ayahku dari bangsa Fallen Angel bukan keturunan bangsawan, Ibuku bangsa srigala adalah keturunan bangsawan, simpulkan sendiri.” Avyanna mengangguk, jadi itu alasannyya, kerajaan itu di wariskan oleh Ibu Allerick, anak satu-satunya, maka sang Ibu pasti mewariskan tahtanya pada Allerick, atau Allerick satu-satunya yang berhak. “Jika aku tidak mengandung anakmu dalam waktu dekat, apa kau akan tetap membunuhku?” Allerick menaikan sebelah alisnya “Desponia bilang kau akan mengandung di waktu yang tepat.” “Desponia?” “Si peramal.” “Orang yang bilang kalau kita adalah mate?” “Hm, aku akan mengabulkan satu permintaan jika kau bisa membantuku besok.” “Membantu apa?” “Bacakan memori Raja Erick untuku besok di jamuan makan malam.” “Raja Erick?” “Pimpinan Fallen Angel.” Avyanna mengangguk, Derrek mengetuk pintu, kemudian ia bersama empat pegawainya menunduk hormat, di tangan mereka terdapan banyak sekali makanan. Avyanna menatapnya dengan binar, semuanya terlihat lezat meski dengan ukuran besar yang menyeramkan, Avyanna bisa mengatakan kalau mungkin makanan makhluk mortal lebih terasa enak di mulutnya, haruskah ia memasak beberapa untuk Allerick? “Selamat menikmati yang mulia.” Derrek membungkuk hormat bersama ke empat pelayannya, kemudian mereka keluar, membiarkan Avyanna segera menyantap makannanya dengan lahap. ~~ “Mor aku ingin kau ikut untuk jamuan makan malam nanti.” Allerick menatap Mor tajam “Dalam bentuk srigalamu.” Mor mengangguk, patuh, ia tau Allerick melindunginya, jika ia datang dalam bentuk mortalnya ia akan dikenali kapan saja “Tapi tuan, apa tidak apa saya ikut bukankah anda akan pergi bersama nona Avyanna?” “Aku akan membahas beberapa hal dengan Raja Erick nanti, ku harap kau bisa menjaga Avyanna nanti.” “Biak Tuan.” “Tuan baju anda telah sampai.” Rush mengangkat sebuah jubah berwarna merah bercampur emas disisinya, Allerick tau itu warna yang mencolok, tapi Allerick ingin semua orang tau, tak ada yang bisa meragukan kekuasaannya malam ini. Semua klan akan berkumpul, bangsa bawah, bangsa dengan keturunan yang semuanya patut Allerick waspadai, ia tak tau musuhnya telah merekrut siapa saja untuk bekerja sama. Mungkin bangsa Pure Angel tak di ikutsertakan, sebab mereka yang selalu merasa suci tak akan mau masuk kedalam kalangan licik seperti kaum srigala apalagi Fallen angel, lagi pula mereka tengah sibuk menembus pertahanan Allerick. Allerick menatap Avyanna dengan gaun merah yang selaras dengan jubahnya tengah menuruni tangga, harus ia akui Avyanna memang terlahir dengan paras sempurna. “Kau senang membuatku menunggu?” Allerick menyindir. “Siapa yang menyuruhku berdandan habis-habisan.” Allerick diam, ia melirik Mor “Kita berangkat sekarang.” Mor dalam bentuk srigalanya mengangguk, Allerick menunggangi Mor bersama Avyanna, Mor dengan lihai berlari di tengah gelapnya jalan hutan belakang, ada satu hutan lebat di belakang istana, hutan normal berwarna hijau, Mor tidak mungkin lewat kota dan desa sebab ini pertemuan rahasia. Allerick turun ketika ia sampai di perbatasan, ia mengucapkan sesuatu untuk membuka portal pembatas tak terlihat miliknya, gelombang bening melintas di depan mereka, pertanda portal telah di buka, melewati lapangan luas mereka kembali berlari bersama Mor, Allerick benar-benar menjaga kaum srigala sebab sejujurnya ia belum tau apakah ada penghianat dari bangsa srigala seelain Greg yang telah tewas. Avyanna menatap istana di depannya yang menjulang, ada patung besar dengan sayap hittam di tengah istana. Seseorang dengan sayap hitam menyambut mereka “Raja Erick telah menunggu anda, Raja Allerick.” Fallen Angel itu berjalan memandu mereka, sudah ada banyak kereta kuda terparkir disana, di setiap kereta kuda ada bendera dengan lambang klan masing-masing, ada klan ular, klan Lucifer, klan Demon, Klan demigod, Klan Vampir, Klan srigala yang di wakili Allerick, Allerick menemukan bendera yang cukup asing, bendera klan Pure Angel? Siapa yang menhijinkan klan itu masuk, Allerick member tau Mor untuk lebih waspada. Sejujurnya jamuan makan malam ini dikatakan bertujuan untuk merayakan diangkatnya Pangeran Lucius dari klan Fallen Angel menjadi Raja menggantikan Raja Allerick, Allerick tidak perduli akan itu , ia hanya akan meminta Avyanna membaca memori miliki Raja Erick, sebab ketika orang tuanya masih hidup bahkan setelah Allerick lahir pria tua bangka itu masih menjabat. Jadi Allerick patut mencurigainya. Atau mungkin Allerick akan menemukan musuh lain nanti. “Oh Raja Allerick, senang anda datang menerima jamuan makan malam kami.” Raja Erick berdiri dari kursinya, pria itu sudah berumur sekian abad, lebih tua dari kakek nenek Allerick yang harusnya masih hidup. Ketika nama Allerick di sebutkan, kini semua pasang mata tertuju pada Allerick, melihat jelas bagaimana si anak terlarang, kemudian Avyanna juga menjadi sorotan, mereka melihat betapa memukau sang mate makhluk terlarang. “Apakah ini mate anda?” Si makhluk pucat dengan taring bertanya, Allerick mengenalnya Raja Stuart, dari klan Vampir, disampingnya ada sang anak gadis Violet, menatap Allerick terpana. “Kenalkan dia Avyanna.” Avyanna menunduk hormat. “Silahkan duduk,” Ketika keduanya duduk, Mor telam dalam bentuk srigalanya berdiri di belakang kursi Avyanna. “Saya melihat bendera bangsa Pure Angel, siapa?” “Saya, kenalkan Roselind, tenang saja tuan saya bukan dari keluarga kerajaan saya tak akan menganggu mate anda.” Gadis serba putih itu tersenyum. Allerick hanya diam, ia tak tau apa alasan Pure angel datang, bahkan bukan dari keluarga kerajaan, tapi Allerick tetap akan waspada, jamuan makan dimulai, Allerick tak berharap menyantap apapun begitupun Avyanna, Allerick menatap Avyanna penuh arti, seolah mengerti Avyanna segera memusatkan fokusnya pada Raja Erick, namun anehnya hanya ada bayangan putih melingkupi, kosong, seolah memori itu di kunci. Avyanna mengerjap, ia kebingungan. Allerick menatap Avyanna sekilas, ia akan menanyakannya nanti. “Selamat untuk anda Pangeran Lucius,, oh maaf maksud saya Raja Lucius.” Lucius terkekeh “Terimakasih Raja Allerick.” “Mari kita angkat gelas anggur masing-masing.” “Pura-pura minum.” Bisik Allerick pelan, ia pura-pura mengecup pipi Avyanna setelahnya. “Terimakasih telah datang ke jamuan makan malam ini.” Pangeran Lucius yang kini menjabat sebagai Raja tersenyum ramah. ~~ Jamuan makan itu berakhir, ALlerick marah karena tak mendapatkan apapun. “Bagaimana bisa kau tak bisa membaca memori pria tua itu?” Allerick, Avyanna dan Mor berjalan cepat ke ruangan pribadi Allerick, pria itu membanting pinttu marah setelah Avyanna dan Mor masuk. “Aku tidak tau, hanya ada bayangan putih. Seolah ia mengunci memorinya.” “Maaf Tuan, sepertinya Raja Erick tau salah satu dari kalian memiliki kekuatan membaca memori, jadi ia mengunci memorinya.” Allerick mendelik “Bagaimana bisa?” “Bantuan Klan Lucifer, kaum mereka bisa memanipulasi memori bahkan mengunci.” Allerick menyeringai “Jadi aku punya musuh lain.” “Mor aku ingin kau cari tau identitas bangsa Pure Angel tadi, dan cari tau alasan ia datang ke jamuan.” “Baik,” Mor membungkuk, ia rasa Allerick sudah selesai berbicara. Maka ia memilih keluar dari ruangan Allerick. “Allerick, aku bisa membaca memori salah satu dari mereka tadi.” “Siapa?” “Pangeran Lucius.” Allerick mengernyit “Katakan?” “Ia berbicara padaku ketika kau dan Raja Erick berada di ruangannya tadi, ketika ia menyentuh tanganku aku melihat memorimu.” “Kenapa ia menyentuh tanganmu, dimana Mor?” “Diamlah, kurasa ini memori masa kecilnya, aku melihat ada sayembara, memperebutkan Black Giant Wings, semua orang gugur, hanya satu yang berhasil, seorang pria yang mirip denganmu, dia berlumuran darah, berhasil melawan naga hitam dengan semburan lahar turun di depan Raja Erick dan pangeran Lucius, kemudian ia terbang menjauh dari istana. Yang aku lihat Raja Erick murka, kemudian pria yang mirip denganmu di nyatakan sebagai buronan.” Allerick mengerti “Ayahku, dia mnecuri Black Giant Wings dari sang naga, harusnya kekuatan itu untuk keluarga kerajaan, tapi tak ada yang mampu. Itu pasti sebabnya, Raja Erick berniat membunuhku kemudian mengambil kembali sayap ini.” Allerick tersenyum miring “Bagus Avyanna.” Avyanna ikut tersenyum “Aku bisa membuat permintaan sekarang?” “Kau ingin apa? Katakan.” “Biarkan aku membaca sedikit memorimu, atau kau ingin menceritakannya saja padaku.” Allerick hanya diam, ia menatap Avyanna “Kau tak boleh marah, kau sudah berjanji.” Allerick menghembuskan nafas kasar “Baiklah.” Avyanna tersenyum senang, ia menyentuh tangan Allerick. Semua warga melempari remaja dengan mata sekelam malam itu dengan sampah dan makanan busuk ketika ia di bawa ke istana, yang Allerick lakukan selanjutanya adalah mengeluarkan sayap hitamnya, terbang tinggi di udara kemudian menatap marah semua orang. “Alelrick, tidak, turunlah!” Mor berteriak, namun Allerick tidak mendengar. “Tuanku, silahkan turun, kami akan menghukum mereka yang memperlakukan anda dengan tidak pantas,” Ivan, sang pengabdi kerajaan menatap Allerick hangat, Yang Allerick ktau, Ivan yang menjemputnya ke istana, “Kemari Tuanku,” Allerick menurut, ia menatap semua orang yang kini ketakutan padanya, Ivan merangkul Allerick, padahal tubuh Allerick sudah berbau akibat lemparan sampah itu. “Ratu pasti akan marah jika rakyatnya merasa tak aman, saya akan mengajarkan anda menjadi Raja yang baik.”             “Mau jadi apa kita jika Rajanya saja adalah makhluk terkutuk, klan kita benar-benar tercoreng.” “Ratu yang di butakan cinta itu benar-benar membawa petaka.” “Sial, kenapa aku harus mengabdi pada Raja menjijikan itu.” Avyanna melepaskan tangannya, ia menatap Allerick yang juga tengah menatapnya “Maafkan aku,” Avyanna menunduk canggung. Allerick diam sejenak, ia tau tak ada kenangan baik dalam hidupnya, ia tak mempunyai kenangan baik itu. “Kau tak akan menemukan kenangan menyenangkan di memoriku,” “Hidupku hanya di penuhi kegelapan.” “Tidurlah, aku akan mengerjakan sesuatu.” Avyanna mengangguk “Selamat malam.”  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN