AFTER WAR 11

1086 Kata
After war 11 Terbuang             Kabar tidak mengenakan terdengar sejak pagi, tentang salah satu anak kelas rendahan yang tidak lolos kelas Profesor Resida, jika sejak awal adis bernama Lula itu tidak lolos, maka akan sulit untuk melanjutkan ketahap selanjutnya, untungnya Oprah dan Sera lolos kelas Profesor Resida setelah di uji coba kembali dalam tes di kelas Profesor, mereka diminta mengeluarkan kemampuan mereka masing-masing. Yang gagal akan mendapat kabar pembuangan mereka besok paginyya. Sera diminta menujukannya di kelas malam, Oprah diminta menunjukan di lapangan terbuka, hal itu memicu keributan karena ledakan yang Oprah timbulkan cukup besar disbanding ledakan yang ditiimbulkan ketika berlatih. Oprah bilang dia akan menemui Abraxas setelah kelas untuk memberinya hadiah terimakasih, sebuah syal musim dingin yang ia rajut sendiri. Semua orang di lorong mmebicarakan kondisi Lula pagi itu, Sera melirik Opah yang jelas nampak panas dingin, namun masih merasa beruntung karena kelas pribadi yang ABraxas berikan padanya. “Bukankah aku juga hampir terbuang?” prah bergidik “Kau dengar, Lula didoong paksa semalam, banyak yang mendengar teriakannya.” Sera bergumam “Kita seharusnya lebih khawatir tentang kelas selanjutnya Oprah.” Sejenak Oprah terdiam, membenarkan kata Sera, jika kelas pertama saja mereka keslitan, bagaimana dengan kelas-kelas selanjutnya, karena akan selalu ada evaluasi setiap tingkatnya. “Abraxas masih mau membantuku tidak ya?” Sera berdecak “Berhenti mengandalkannya, kau harus percaya pada dirimu sendiri, seperti katanya.” Oprah menghembuskan nafas pelan “Bukankah dia tahu sangat banyak, dia tak seharusnya di akademi ini kan. Semua orang bertanya-tanya kenapa dia perlu belajar disini?” Sera mengangkat bahu acuh, tidak berhak memberitahu Oprah soal itu. “Ah kau tau, ada salah satu murid baru, dia sepupu Abraxas.” Ujar Oprah. Sera menatap penasaran “Oh ya, aku baru tahu.” “Horison sepupunya, anak dari Raja Aillard, dia membawa teman namanya Magmus.” “Kau tau banyak rupanya,” “Tentu saja, kau tidak lihat Abraxas saja sangat sexy, bagaimana dengan sepupunya, banyak yang membicarakannya, wajahnya lebih bersahabat disbanding Abaxas, dia bahkan menebar senyum dan menyapa semua orang pagi ini.” Keduanya melangkah menuju taman, duduk disalah satu phpn disana, beralas tumpukan daun yang berguguran, mereka mengeluarkan buku panduan, Sera membukanya “Disini tertulis kelas selanjutnya adalah kelas menghadapi kelemahan, nah apa kelemahan kita?” Oprah nampak berfikir “Aku punya banyak, aku tidak percaya diri, ledakan yang kubuat tergantung seberapa besar aku percaya pada diriku, jadi aku belum bisa mengendalikannya. Ledakanku juga tidak berfariasi, itu-itu saja.” “Bagus, seridaknya kau tau.” “Kau?” “Aku, aku tentu saja tidak bisa memanggil bulan, kau tau kan kekuatanku masih muncul dimalam hari saja. Aku sedang mencoba mempelajarinya.” “Hukumannya tidak lagi dibuang ke negeri manusia jika gagal, kau tau.” Sera mengetahuinya, yang dibuang kesana hanya mereka yang benar-benar tidak memiliki kekuatan. “Ya, mereka akan membuat kita tinggal dikelas itu sampai kita mampu.” “Ya, sangat bodoh pastinya jika kita tertinggal/” Oprah mendengus. Sera terkekeh “Oprah, apa kau tau tentang perang yang mengakibatkan perubahan klan itu?” Oprah menggulum bibirnya “Aku pernah mendengarnya dari orangtuaku. Abbraxas sangat terkenal disetiap klan kau tau.” Sera menggeleng “Perang itu terjadi karena balas dendam, Raja Allerick terhadap klan-klan yang membantai keluarganya malam itu, semua keluarganya terbunuh, hanya dia dan pengabdi kerajaan yang seelamat, selamabertahun-tahun mereka menyembunyikan Raja AAallerick, beliau sangat kuat, ramalan mengatakan jika menika dengan Putri Avyanna yang seeorang Puree angel maka kekuatannya akan bertambah dan seemakin kuat, maka begitulah perang itu terjadi, berdasarkan balas dendam.” “Beliau mengubah peraturan soal pernikahan antar klan agar seemua memandang sama rata,namun banyak yang menyalah gunakannya.” “Abraxas diseebut gen seempurna karena dia kuat dan seempurna dalam menerima darah klan.” “Raja Allerick sangat kejam sebelum bekeluarga, kau tau.” Oprah bergidik. Sera bisa menebak yang satu itu sih. Oprah membuka bekal makan siangnya, berupa sandwich yang dia ambil dari kantin. “Itu si Harison dan Magmus, uh dia bersama Abraxas?” Oprah berujar dengan mulut pebuh. Sera memperhatikan ketiganya, benar saja Sera bisa langsung tahu siapa si Horison itu, dengan senyum ramahnya dia menyapa semua rang yang menyapanya, sementara Abraxas dan pria bernama Magmus itu terlihat lebih acuh. Sera mengernyit, pandangannya dan Abraxas bertemu, pria itu berjalan kearah mereka, tanpa menyeapa Abraxas melempar buku super tebal keatas paha Sera, gadis itu hendak berteriak sebelum Abraxas berujar “Tugas pertamamu, rangkum bab pertama sampai ke tiga. Berikan besok.” Ujarnya lalu berlalu dengan angkuh. Sera mengangkat jari tengahnya pada Abraxas ketika pria itu berlalu. “Tanda apa itu?” Oprah mempertanyakan maksud jari Sera. Sera gelagapan “Oh, semoga kau bahagia.” Oprah mengangguk pols, lalu kembali fokus dengan manannya.             “Itu putrid Moonbow?” Horison mengikuti langkah Abraxas. “Ya.” “Dia terlihat garang.” Horison terkekeh “Dia mengangkat jari tengah padamu, apa artinya?” Abraxas berbalik, menatap Sera yang mengmel didepan Oprah “Dia melakukannya?” Horison mengangguk. Abraxas mendengus, lihat saja gadis itu.              Setelah menyelesaikan kelas Profesor Resida, kini mereka mengikuti kelas Profesor Grilson, Profesor yang terkenela galak, badaannya kekar dan warna kuliitnya kecoklatan. “Kalian aku mau kalian bisa melewati kelasku tanpa ada yang tertinggal!” “Mengatasi kelemahaan kalian, tentu kalian harus tau apa kelemahaan kalian terlebih dahulu, maka dai itu temukan kelemahan kalian dan majulah di depanku.” Sera memberanikan dii untuk maju lebih dulu, ia menatap Profesor Grilson dengan lurus “Sera, Klan Moonbow, kelemahanku belum bisa memanggil cahaya bulan.” Jelasnya tanpa keraguan. Profesor Grilson bersedekap, “Kau pmembaca buku tentang cara memanggil cahaya bulan?” Sera mengangguk “Dituliskan untuk membuka jiwa dan memanggil dengan penuh peintah, aku sudah mencobanya, tapi tidak tau kenapa belum berhasil/” Profesor Grilson mengangguk mengerti “Ada part yang hilang, cari tahulah.” Sera terdiam, namun ia tau Profesor Grilson tidak akan memberitahunya dnegan mudah jadi ia mengangguk saja. Jik katanya ada yang hilang, maka apa? I membaca buku itu ratusan kali, selalu dikatakan cara yang sama, jika adas sesuatu yang hilang maka apa?             Sera masih melamun di bawah pohon belakang akademi, ia membaca buku yang Abraxas berikan sekali lagi, benar, intruksinya benar, apa yang Profesor Grilson maksud tentang ada yang menghilang. “Yang hilang adalah jati dirimu.” Sera tersentak, ia mengernyit “Bukankah kau Magmus?” Magmus mengangguk “Salam kenal.” Sera menghembuskan nafas pelan “Salam kenal.” Magmus menatap Sera lamat “Kau pasti kehilangan ingatanmu tentang ibumu.” “Ibuku meninggal sejak melahirkanku.”Jelas Sera. “Setidaknya pasti dia meninggalkan sesuatu, pergilah cari tau.” Sera terdiam, mungkinkah?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN