AFTER WAR 17
Penyusup lain
“Dia membantainya dengan cahaya bulan penghancur, dia adalah monster sesungguhnya.”
“Ya, itu seperti kutukan.”
“Bukankah itu normal, dia membantai mayat hidup.”
“Dan bagaimana bisa mayat hidup masuk ke akademi ini.”
“Lihat itu dia,”
“Abraxas dan Horison pasti melindunginya.”
“Benar-benar sebuah kutukan.”
“Kau tidak tau ibunya juga dianggap kutu-“
“Diam!” Sera menarik kerah baju gadis yang ia lewati, gadis itu menatapnya gelagapan, Sera mendengar semuanya, tapi akan sangat membuang-buang waktu menghadapi mereka, namun jika ibunya dibawa-bawa dia tidak sudi.
Fleur dan Oprah segera menarik Sera menjauh, Fleur membawanya menjauhi lorong, duduk di kursi taman setelah mengusir seorang kutu buku yang ada disana.
“Tenanglah oke.” Oprah menepuk bahunya.
Sera mengusap rambutnya kasar “Sial!”
Abraxas bersama yang lain tengah mengurus penyusup pertama yang merupakan mayat hidup, mereka benar-benar menyusup, mendengar perbincangan kepala asrama dengan professor lain.
Fleur dan Oprah diminta menenangkan Sera, mereka juga masih tidak menduga Sera akan bertindak didepan umum seperti itu, Abraxas selalu mewantinya untuk bermain aman.
“Tenang,” Oprah membujuk sekali lagi, Sera masih diam, kebingungan, entah kenapa ia merasa penyerangan didepan umum memang di sengaja, memancing opini orang menjadi lebih buruk tentang Sera, tidak-tidak ini adalah penyerangan secara perlahan terlebih dahulu, membuat semua orang berfikiran buruk tentang Sera termasuk klan Moonbow sendiri, setelah berhasilnya mayat hidup itu menyusup bersama klan Moonbow, banyak yang akan beranggapan buruk terhadap klan.
Sera baru tahu kalau klannya dicap sebagai klan terkutuk.
“Biarkan dia merenung sebentar,” Putus Fleur menjauh dari Sera bersama Oprah.
“Mengirim mayat hidup sama sekali tidak terduga.” Komentar Oprah, dia bersandar pada badan pohon maple.
Fleur mengangguk setuju “Itu hanya penyusup pertama.”
Oprah mengernyit “Ah, jadi ada penyusup lain.”
Fleur mengangguk “Penyusup tadi adalah pengalihan, penyusup lain yang lebih berbahaya telah dimasukan, akann ada warning di akademi beberapa hari kedepan, dan Sera dalam masa pengawasan.
.” Fleur memastikan itu yang akan terjadi, Sera akan lebih dipantau, karena semua orang tau dialah targetnya.
Oprah terdiam, ia memikirkan ucapan Fleur, harus ia akui tingkat kewaspadaan dan insting Fleur sangat tinggi, ia dengan mudah membaca resiko dalam peristiwa, kelompok kuat bersama Abraxas.
Sera mendongak ketika melihat Abraxas, Horison dan Magmus berjalan dengan langkah cepat menghampiri mereka, Abraxas menatapnya lamat “Bahas besok, selamat malam.”
“Warning, peraturan baru untuk Akademi Lamorvas. Ditiadakannya jam malam untuk sementara waktu, setelah jam makan malam semua akan kembali ke asrama dan dilaranng keras keluar. Sekarang, kalian akan dipandu untuk kembali ke asrama.”
Sera menatap mereka satu persatu, kemudian mengambil tasnya, berniat kembali ke asrama, dia sudah menduga hal ini akan terjadi, Oprah mengikutinya dari belakang.
“Dia tidak akan gegabah kan?” Tanya Magmus khawatir, menatap kepergian Sera bersama Oprah.
Abraxas tidak terlalu memperdulikannya pria itu punya banyak pertanyaan yang belum terpecahkan dikepalanya dan dia sibuk dengan itu.
“Ayo kembali, Fleur akan kuantar kau lebih dulu.” Putus Abraxas.
Fleur menatap yang lain, gadis itu tersenyum “Aku akan kembali bersama Percy.” Fleur menunduk hormat. Segera berjalan menghampiri Percy yang sibuk mengatur penghuni asrama perempuan.
Abraxas menatap punggung gadis itu yang menjauh “Ayo kembali.” Putus Horison lebih dulu.
Sera bangun pagi ini dengan mood yang lebih baik, gadis itu masih dengan bajunya yang mean dan mencolok, kini dia memakai jaket leather berwarna merah dengan rok kulit diatas paha berwarna hitam, dengan boots berwarna senada, rambut gingernya diangkat tinggi. Sera tidak suka dianggap lemah.
Ketika ia membuka pintu kamar asramanya, menghadapi hari libur yang kacau, Sera menemukan sebuah makhluk kecil dengan sayap mengepak mengelilinginya “Selamat pagi, saya adalah Crystal, peri penjaga anda.”
Sera memutar bola mata malas, namun dia tak berkomentar banyak, Peri bernama Crystal itu pasti utusan penjaga akademi. Sera tidak mempermasalahkannya lagipula Crystal bentuknya kecil, tidak terlalu mencolok.
Hari ini adalah hari libur, minggu lebih tepatnya. Sera memiliki rencana untuk bertemu teman-temannya yang lain hari ini, namun ia sudah tau aka nada seseorang yang mengawasinya jadi ia mengirim pesan melalui Bloom dan memberitahu teman-temannya kalau ia sedang diawasi sesuai dugaan mereka.
Oprah juga masih tidur dan Sera meninggalkannya.
Ia sedang mencari cara bagaimana membuat Crystal lengah, karena ia yakin, meski kecil Crystal ditugaskan untuk mengawasinya, lagipula pembahasannya jika didengar oleh Crystal dan dilaporkan pada Akademi. Bisa berapa pelanggaran yang mereka dapatkan, mereka suka menyusup tengah malam, menerobos ke rumah penjaga perpustakaan dan membaca buku terlarang, sering menyelinap ke hutan terlarang, menemui makhluk-makhluk terlarang akademi, bahkan akrab dengan mereka.
Abraxas berdiri dibawah tangga, Sera yakin pria itu sudah tau tentang pesan yang ia kirim dengan Bloom,, maka Sera menatapnya lamat, enttah kenapa cara komunikasi itu bisa mereka mengerti, mereka mungkin belum bisa menemukan siapa penyusup lainnya, namun mereka berencana menemukan penyusup itu secepatnya.
Abraxas menatap Sera, mengamati Crystal yang masih berterbangann di sekeliling Sera, pria itu menghembuskan bubuk berwarna biru, membuat Crystal kehilangan kesadarannya, Abraxas menangkapnya, meletakannya dia punggungnya, segera membawa Sera menuju markas yang dibuat Fleur.
“Dia menggemaskan.” Fleur dan Oprah memekik, Sera memutar bola matanya malas.
“Siapa namanya?” Fleur nampak benar-benar jatuh cinta dengan Crystal.
“Crystal.” Balas Sera acuh.
“Aww, lucunyaa.” Fleur menyentuhnya lagi, para pria memutar bola matanya malas melihat mereka.
“Bisakah kita membahas hal penting.”
Semua orang menatap Sera, gadis itu selalu berhasil merusak suasana, yang lain menjadi canggung dan kembali duduk dengan tenang, Abraxas berdiri di depan.
“Sebelum aku memberitahumu, jelaskan kenapa kau melakukan penyerangan terang-terangan.” Abraxas menatapnya mengintimidasi.
Sera mengingatnya “Aku tidak tau pasti, hanya ada yang terus melihatku dan tubuhku menandai mayat hidup itu sebagai penyusup, aku benar-benar bisa merasakan darah klanku, tapi yang satu itu memanipulasi dengan baik di menit awal,” Sera menatap yang lain “Aku merasa mereka memang sengaja memancingku, untuk merusak imageku didepan klan lain.”
“Bukankah imagemu memang sudah hancur.” Yang lain memelototi Horison, sadar salah bicara Horison menutup mulut rapat-rapat.
Sera mendengus “Ada kekuatan yang cukup kuat memabantunya memanipulasi bau dari mayat hidup itu untuk sementara.”
“Dia pasti sangat pintar memanipulasi hingga mampu mengelabui penjagaan Akademi.” Komentar Fleur.
“Dia hanya penyusup pertama.” Magmus mengeluarkan pendapatnya, apa yang ia dengar kemarin bersama yang lain kemarin, dengan susah payah, Abraxas terbang menempel didinding luar ruang rapat bersama Horison, sementara Magmus, menggunakan alat penguping berbentuk angin kecil memutar yang merekam percakapan mereka “Akademi membuat peraturan ketat setelah tau penyusupan terjadi, mereka tau target utamanya adalah Sera, maka dari itu Crystal diutus menjagamu, keputusan yang baik membuatnya tidak sadarkan diri, karena Crystal memang ditugaskan untuk melaporkan kegiatanmu.
“Aku mencuigai satu klan yang membantunya.” Fleur mengeluarkan pendapat, yang lain menatapnya dengan serius.
“Klan Clair De Lune.” Tambah Abraxas.