Chapter 29 Ruby membuka salah satu aplikasi di ponselnya ketika Galaksi datang dan merebut ponsel itu langsung dari tangannya. Dasar pengganggu. Ini kan sudah waktunya istirahat, tapi kenapa pria itu justru mengganggunya, sih? “Kembalikan!” sergah Ruby sambil mengangkat tangan untuk mengambil ponselnya, tapi Galaksi dengan cepat menjauh. “Ceritanya bertele-tele, penulisnya sombong, kisahnya membosankan,” tutur Galaksi, membaca sederet tulisan di kolom komentar di novel yang Ruby tulis. “Wow, pembaca ini berani jujur.” Ruby mendengus kasar kemudian merebut ponsel itu dengan cepat. “Jangan dibaca!” serunya, kesal. “Kenapa mau jadi penulis kalau ada banyak orang yang akan memberikan komentar buruk padamu dan hasil karyamu?” “Tidak semuanya begitu. Yang lain menyukainya,” jawab Ruby sek

