“Apa maunya? Kenapa sekarang dia mulai mengatur apa yang kumakan?” Ruby marah-marah setibanya dia di kamar. “Dia tidak punya hak untuk melarangku makan apa pun. Dasar orang gila! Hih, menyebalkan!” Ruby mengambil sebungkus cokelat dari atas meja rias kemudian membukanya. “Kurasa dia benar-benar sudah gila. Apa masalah hidupnya?” Pintu kamar Ruby membuka tiba-tiba dan Galaksi muncul dengan ekspresi datarnya yang menyebalkan. “Lain kali ketuk pintu lebih dulu kalau mau masuk ke kamar orang lain,” cetus Ruby kesal. Galaksi mendekat, merampas langsung cokelat dari tangan Ruby. Menjatuhkannya ke lantai lalu menginjaknya. Terang saja apa yang dilakukannya itu membuat Ruby tercengang. “A-apa yang?” Galaksi mendengus. “Mulai hari ini, jangan pernah makan cokelat lagi.” “Apa?” “Jangan maka

