“Buka pintunya!” seru Galaksi dari luar sambil mengetuk pintu kamar Ruby beberapa kali. "Apa orang di dalam? Halooo, tolong buka pintunya." Ruby mendelik lalu turun dengan malas dari ranjangnya. Ini sudah malam, kenapa pula Galaksi datang mengganggunya. Baru saja Ruby membuka pintu, Galaksi langsung memeluknya kemudian mendorongnya sehingga Ruby berjalan mundur hingga jatuh ke atas ranjang. “A-apa?” Jantung Ruby berdetak kencang dibuatnya. Belum lagi tatapan mata Galaksi yang tajam, seolah akan menelannya hidup-hidup. “Ke-keluar. Ini kamarku!” Galaksi membungkukkan tubuhnya sehingga wajah mereka berada di jarak yang sangat dekat. “Kamarmu, kamarku juga, kan?” Ruby menelan ludahnya susah payah. Meskipun saat ini dia sedang marah pada Galaksi, tapi tetap saja pesonanya tidak bisa terelak

