“Res, kamu kapan menikah?” Ares yang sedang duduk di sofa sambil bermain ponsel, seketika menatap ibunya itu dengan kening berkerut, “Apa?” Ranty menaruh majalah fashion yang dibacanya lalu membalas tatapan anak satu-satunya itu dengan serius, “Mama mau kamu segera menikah. Ayolah, Res, kasih Mama cucu.” “Mama mau cucu?” Ranty mengangguk. “Kamu mau, kan, menikah?” “Begini, Ma, kalau mau cucu, aku bisa kasih Mama tanpa harus menikah lebih dulu.” Ranty membuka mulutnya lebar-lebar. “A-apa maksud kamu?” “Yaaa, aku bisa kasih Mama cucu dengan tidur dengan beberapa perempuan. Mama mau cucu berapa? Dua, tiga? Itu artinya aku bisa menghamili tiga wanita sekaligus.” Dengan kesal Ranty memukul kepala Ares dengan majalah di tangannya. “Dasar anak kurang ajar! Berani-beraninya kamu bicara se

