“Sepertinya Galaksi cemburu,” ungkap Ares setelah mereka keluar dari ruangan itu. Ruby tersenyum. “Benarkah?” Ares mengangguk. “Itu jelas terlihat dari caranya menatapku. Dia seperi mau menelanku hidup-hidup, hahaha.” Ruby hanya tertawa kecil lalu tak lama dia terdiam, kemudian mengembuskan napas panjang. “Ada apa?” “Hm? Tidak ada apa-apa.” “Aku akan bicara dengan Maura nanti.” “Untuk apa?” “Untuk membuatnya menyerah. Apa lagi?” “Biarkan saja. Pasti sulit baginya melupakan Galaksi. Bagaimanapun juga, mereka pernah saling mencintai satu sama lain. Mereka berpisah karena terpaksa.” Ares menggeleng. “Apa-apaan itu? Jangan jadi lemah. Dengan tidak melakukan apa-apa, itu artinya sama saja dengan kamu membuka jalan untuk Maura.” Ruby tersenyum tipis. “Ngomong-ngomong, apa Karen sanga

