Chapter. 64

1423 Kata

Menjelang larut malam, Ruby pergi berjalan-jalan di sekitaran rumah sakit untuk menghilangkan rasa kantuknya. Galaksi sudah tidur sejak tadi, jadi karena takut mengganggunya, Ruby akhirnya memilih pergi keluar sebentar. Di area rumah sakit tersebut ada sebuah taman dengan kolam air mancur. Ruby berjalan ke sana, lalu duduk di pinggirannya sambil menatap langit yang malam itu penuh bintang. Ruby memalingkan wajahnya ketika merasakan sudut matanya memanas. Dia sudah berusaha menahannya sejak tadi, jadi mungkin tidak masalah jika dia menumpahkannya di sini. Lagipula, tidak akan ada yang melihatnya menangis di tempat sepi seperti ini. Jadi, Ruby pun menangis terisak-isak sambil menutup wajahnya. Dia memang terlihat baik-baik saja di depan Galaksi, namun hanya dia yang tahu betapa sedihnya d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN