"Apa yang kau bicarakan? Sepertinya kau lebih banyak mengerutkan kening daripada biasanya," tanya Camilo saat Sidra kembali ke tempat mereka. Sidra berwajah muram, tangannya membantu Camilo memasukan sayuran ke dalam kantong dan memberikannya pada seorang pembeli yang sedang Camilo layani. "Terimakasih," ucapnya pada sang pembeli. Ia lalu menoleh pada Camilo yang sudah mengambil duduk di bawah. "Katanya, ada seseorang yang menolong mereka. Seseorang yang selalu ada untuk mereka setiap kali mereka merasa kesulitan. Orang itu biasanya memberikan bahan pangan dalam jumlah yang banyak, meninggalkannya di depan pintu rumah saat tengah malam. Lalu orang-orang yang kesulitan membayar pajak, menjual barang-barang itu untuk membayar pajak mereka," terang Sidra. Menelan ucapannya sendiri, kini

