Satu minggu berlalu tetapi tidak ada kabar perkembangan apapun pada Nic. Laki-laki itu masih terbujur diam di ranjangnya. Setiap hari Mika menemani Anin. Wanita itu tampak rapuh. Ibu mana yang akan kuat saat melihat anaknya tidak berdaya. Setiap hari tangisnya pecah. Doa dan harap selalu diucapkan. Berharap keajaiban itu ada. "Hari ini aku akan pulang ke Indonesia, " Tutur Mika yang berdiri disamping ranjang Nic. Tangannya menggenggam tangan Nic. "Aku harap kamu segera bangun". Selama menemui Nic di ruang ICU, Mika selalu berucap seperti itu. " Apa kamu nggak bosan tidur terus? Apa kamu nggak kangen sama aku?" Suara Mika bergetar. "Aku kangen banget sama kamu". Mika mencoba menahan tangis. Sayangnya butiran bening itu tetap saja meluncur di pipinya. "Bukannya setiap hari kamu ingin be

