Sebisa mungkin Mika menuruti permintaan Nic untuk mengangkat telepon dan membalas pesan yang kekasihnya itu kirim. Hari pertama dan kedua mereka masih sering berkomunikasi. Tengah malampun Nic masih menghubunginya meski Mika mengeluh mengantuk. Hari ketiga dari pagi sampai malam tidak ada telepon ataupun pesan dari Nic. Mika pikir Nic pasti sibuk sampai tidak bisa menghubunginya. Namun ada perasaan tidak enak yang Mika rasakan. Sampai telepon dari Robi membuatnya lemas yang bercampur dengan kesedihan, kekhawatiran, dan juga rasa takut. "Nic kecelakaan dan kondisinya kritis". Semalaman Mika terjaga. Matanya tidak bisa terpejam karena memikirkan Nic. Tak henti-hentinya Mika berdoa untuk keselamatan kekasihnya. Robi sudah memesankan tiket untuk Mika dan mereka akan pergi ke Malaysia k

