Lonceng yang ada diatas pintu berbunyi saat pintu di buka. Tanda ada pelanggan cafe yang datang. "Selamat da-tang. " Sambut Mika tetapi suaranya melambat saat melihat sosok yang begitu ia kenal masuk kedalam cafe. Pandangan mereka bertemu. Cukup lama mereka saling pandang. Mika tidak menyangka Nic ada disini. Ia pun bertanya-tanya darimana Nic tahu keberadaannya. Apakah Robi atau Mutia yang memberitahunya? Ada yang berbeda dengan Nic. Lelaki itu tidak serapi yang Mika ingat. Rambutnya agak panjang dan ada bulu-bulu halus yang tumbuh disekitar rahangnya. Sepertinya Nic tidak membersihkannya. "Mika, ada tamu. Jangan diam aja." Tiara. Sang pemilik cafe mengingatkan. "I-iya, mbak, " Jawab Mika. Mika menghampiri Nic yang sudah duduk di salah satu meja. Mika meletakkan buku menu di

