Jessica membuka matanya yang sudah tidak begitu berat. Dia merasakan sesuatu menempel di keningnya. Dia pun mengambil sesuatu yang menempel di keningnya. Ternyata itu handuk kecil untuk mengompres dirinya. Atensinya, dia alihkan ke sudut lain kamarnya dan melihat Jovan terlelap di sofa single yang dia pindahkan jadi ke dekat ranjang. Jessica berusaha bangun dari posisinya dengan masih sangat lemas. Entah ke mana, seluruh tenaganya itu hilang. Dia duduk bersandar ke kepala ranjang dengan memandangi Jovan yang berada tidak jauh darinya. Jessi malah teringat akan kenangannya bersama Jovan di masa lalu. Saat mereka sudah berpacaran. “Apa? Jessi pingsan?” pekik Jovan saat mendengar laporan dari teman Jessi. Tanpa pikir panjang, Jovan langsung berlari dengan cepat ke ruang kesehatan. Ses

