Setelah selesai syuting di jam 8 malam, semua kru dan pemain mengadakan syukuran karena rating sinetron yang sangat bagus. Terlihat tersaji beberapa menu masakan Nusantara yang menggunggah, di sana juga ada tiga buah tumpeng. Selain itu di sana juga ada beberapa wartawan dari acara televise. Sebelum keluar dan bergabung dengan yang lain, sutradara memanggil Jovan dan Jessica ke dalam ruangannya, di sana juga ada produser sinteron ini.
“Kalian duduklah,” ucap Sutradara.
Jovan dan Jessica pun mengambil duduk di sofa.
“Saya sudah dengar mengenai hubungan kalian yang tidak akur di lokasi syuting,” ucap Ferdian yang merupakan produser.
Jovan dan Jessica hanya bisa diam membisu.
“Tetapi saya salut dengan acting kalian hingga menciptakan chemistry yang luar biasa. Bagaimana pun berkat kalian juga rating sinetron ini bisa naik,” jelas Ferdian. “Oh iya dan nanti akan ada wawancara ekslusif, kalian sudah mendengarnya kan?”
“Ya, kami sudah dengar,” ucap Jovan.
“Bisakah kalian berakting juga. Tunjukkan kalau hubungan kalian sangat baik, layaknya teman. Konfirmasi kalau isu mengenai kalian musuh bebuyutan itu tidak benar. Bisakah kalian membantu saya dengan mengatakan itu?” Tanya Ferdian.
“Kenapa harus begitu?” Tanya Jovan dengan ekspresi tidak suka.
“Kalian sekarang banyak yang mengidolakan. Banyak juga yang memasangkan kalian sebagai pasangan di dunia nyata bukan sinetron. Kalau ternyata ketahuan bermusuhan, saya takut penggemar akan kecewa dan tak jarang memilih pergi. Ini demi kerjasama kita juga,” seru Produser.
“Saya tidak masalah,” jawab Jessica membuat Jovan melihat ke arahnya dengan kesal. “Lagipula ini hanya acting kan?”
“Ya benar nona Jes,” seru Ferdian.
“Itu bukan masalah besar sih. Kalau tidak ada yang perlu di sampaikan lagi, saya mohon undur diri,” ucap Jessica.
“Ya, kalian boleh bergabung dengan yang lain. Ingat yah permintaan ini.”
Jessica menganggukkan kepalanya dan beranjak pergi meninggalkan ruangan diikuti Jovan.
“Heh Kerdil,” panggil Jovan memegang lengan tangan Jessica.
“Apasih!”
“Kesini sebentar.” Jovan menarik tangan Jessica menuju sudut lain yang cukup sepi.
“Kenapa lu setuju dengan usulan orang itu? Udah jelas itu nguntungin buat mereka!” seru Jovan.
“Gue tau. Tapi bukankah kita juga mendapatkan keuntungan dari itu. Setidaknya kalau rating semakin tinggi dan bisa menempati posisi pertama, bukankah penghasilan kita juga bisa lebih besar,” ucap Jessica.
“Oh jadi lu hanya ngejar uangnya,” seru Jovan.
“Iya memang. Lu sendiri emang bukan ngejar uang,” jawab Jessica dengan sinis.
“Nggak, yang gue utamain adalah kenyamanan. Uang nomor sekian, kalau gue gak mau dan ngerasa gak nyaman, gue bakalan tolak!” ucap Jovan.
“Itu urusan lu. Lagipula anak orang kaya kayak lu gak akan paham gimana berada di posisi gue. Lu jadi artis hanya sekedar hobby acting, berbeda sama gue yang benar-benar memaksimalkan semuanya untuk mendapatkan uang,” ucap Jessica.
“Lu nurutin semua ini hanya karena uang. Kalau lu di minta buat tidur bareng produser, atau lu di minta naik ke ranjang pemilik sponsor paling besar. Lu juga bakal lakuin?” seru Jovan membuat Jessica mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
“Gue memang butuh uang, uang adalah segalanya bagi gue. Tapi gue juga gak akan ngerendahin harga diri gue hanya demi uang!” jawab Jessica berapi-api.
“Benarkah?” seru Jovan menunjukkan ekspresi tidak percaya.
“Terserah lu mau nyimpulin apa. Gue gak butuh penilaian tentang hidup gue dari orang kayak lu!” ucap Jessica beranjak pergi meninggalkan Jovan seorang diri dengan ekspresi yang terlihat kesal.
***
Jessica berdiri bersama dengan Rara saat acara di mulai dan produser mulai memotong tumpeng pertama dan semuanya bertepuk tangan, tumpeng kedua di potong oleh sutradara dan asistennya. Dan tumpeng terakhir di potong oleh Jovan dan Jessica bersamaan. Mereka harus memegang pisau pemotong bersama-sama hingga membuat tangan mereka bersentuhan. Jovan terpaksa memegang tangan Jessica dan mereka mulai memotong tumpeng bersama-sama. Para wartawan langsung mengambil foto mereka. Sutradara memberi kode supaya saling menyuapi. Jovan hampir menolaknya tetapi Jessica langsung mengambil sendok dan mengarahkan sendok berisi tumpeng ke dekat bibir Jovan membuatnya sedikit kaget. Alhasil Jovan pun menerima suapan dari Jessica. Selanjutnya dengan terpaksa Jovan pun menyuapi Jessica hingga tepuk tangan terdengar di sana. Mereka berdua di minta untuk berfoto berdua oleh wartawan. Setelahnya mereka pun di arahkan ke area tempat duduk untuk melakukan wawancara santai dengan para wartawan.
“Bagaimana perasaan kalian berdua saat tau sinetron kalian mendapatkan rating tertinggi?” Tanya wartawan.
“Yang pasti aku sangat bersyukur sih,” seru Jessica.
“Ya sudah jelas kami senang. Apalagi ini peran pertama bagiku menjadi peran utama pria. Dan langsung banyak yang suka,” kekeh Jovan.
“Kami dengar hubungan kalian tidak akur, apa itu benar?” Tanya salah satu wartawan.
“Kata siapa, kami sangat akur,” seru Jovan merangkul Jessica begitu saja membuat Jessica cukup kaget, ia menoleh ke arah tangan Jovan yang ada di pundaknya.
Setelah itu banyak sekali pertanyaan yang di ajukan oleh wartawan, baik Jovan maupun Jessica berusaha menjawabnya dengan baik.
***
Jessica terbangun dari tidurnya karena suara dering handphone nya.
“Astaga apa tidak bisa biarin gue tidur,” gerutu Jessica mengambil handphone nya dan menerima panggilan itu. “Hallo…”
“Jessica, kamu lihat trending kabar selebritis sekarang,” ucap Rara dari sebrang sana.
“Kenapa sih? Paling wawancara gue kemarin. Gue ngantuk, selesai syuting jam 1 pagi,” seru Jessica menguap.
“Lihat dulu sekarang!”
Jessica membuka akun berita tanpa mematikan panggilan telpon. Dan seketika matanya membelalak lebar sampai ia terbangun dari posisi rebahannya.
“Bagaimana ini bisa terjadi?”
“Sebenernya apa yang kalian lakukan?”
“Akun gossip ini benar-benar berlebihan. Aku hanya bicara saja dengannya,” seru Jessica.
“Apa harus ke pojokan dan di tempat gelap dan sepi,” sindir Rara. “Jessica, aku pikir kamu sebenarnya berpura-pura musuhan dengan Jovan. Sebenarnya kalian ada hubungan kan.”
“Ya Tuhan kak Rara. Gue gak ada hubungan apapun sama dia. Huh lagipula kenapa harus dia sih, padahal pria sangat banyak,” seru Jessica.
“Kamu jomblo udah lama lho, Jess. Aku pikir kamu belum bisa move on dari dia,” goda Rara.
“Berhenti menggoda gue, Kak. Udah ah gue mau lanjut tidur, biar di urus sama pihak Jovan aja. Lagian nama dia yang tercemar karena di sebut sebagai cowok m***m,” kekeh Jessica.
“Jahat. Baiklah kau boleh tidur. Jam 1 nanti aku menjemputmu untuk menuju lokasi syuting.”
“Oke.”
Jessica memutuskan sambungan telponnya dan kembali melihat berita itu. Di sana terlihat seseorang mengambil gambar saat Jovan menarik lengannya ke sudut lain untuk bicara setelah mereka keluar dari ruangan sutradara. Dan yang membuat orang menggiring pikiran negative adalah caption yang di tulis wartawan.
‘Terkuak! Jovan dan Jesicca benar-benar memiliki hubungan khusus. Diam-diam mereka pergi ke sudut yang sepi dan gelap. Di duga mereka melakukan sesuatu hal yang m***m!’
@pengguna1020 Astaga mereka itu menggemaskan sekali sih.
@Laelizahra112 Ternyata Jovan itu sangat m***m yah :D
@Sri_marya123 Duh kasian Jessica tertindas. Tetapi dia juga terlihat bahagia sih. Uh gemas banget sama dua kesayanganku ini :D
@t_weiwei89 Uh Jovan kenapa harus sembunyi-sembunyi sih. Ayo cepat umumkan hubungan kalian. Kami akan kawal kalian sampai halal!
@nikkyfury Ayoo kawal JJ sampai halal. JJLovers!
Jessica di buat melongo dengan isi komentarnya. Ada beberapa wanita yang kecewa karena ternyata Jovan sudah berpacaran sama Jessica dan ada juga beberapa akun pria yang merasa Jessica tidak cocok dengan Jovan.
“Mereka semua menyimpulkan sendiri, padahal belum jelas kebenarannya,” keluh Jessica. “Apa tadi, kawal sampai halal? Gue sama si landak? Bener-bener gak minat!”
***