Bagian paling menyenangkan dari beragam kejadian sangat sederhana, cukup sebuah pertemuan.
Happy Reading guyss:)
Now Playing = Big Bang - Let's Not fall in Love
Sakit kepala Kylie sudah tidak sesakit ketika ia bangun tidur tadi, mungkin karena obat yang telah diberikan Bu Nana kepadanya.
Ia mengeluarkan ponselnya, meminta jemputan kepada Pak Anto sang supirnya itu, memberitahukan bahwa dirinya sudah pulang sekolah.
Baru saja hendak mengetik sebuah pesan, ponselnya lowbat, 'siaaaaallll!', ringis gadis mungil itu kesal. Ia pun memutuskan untuk duduk dihalte samping sekolahnya, kali-kali saja ada sebuah taxi ataupun angkot lewat.
*
Lima belas menit telah berlalu, dengan bosan Kylie mengayun-ayunkan kakinya, menunggu taxi atapun angkot yang tak kunjung lewat dihadapannya.
Ketika tiba-tiba sebuah klakson mengagetkannya.
"Kylie, ayo pulang bareng aku?" tawar seorang laki-laki dari dalam mobil tersebut.
"Haaa??" jawab Kylie spontan.
"Pulang sama aku, yuk?" tawar lelaki itu sekali lagi.
"Taaaa..p...iii.." jawab Kylie terbata.
"Nggak apa, yuk, lagian aku sendirian juga!" tawar lelaki tersebut lagi dan lagi.
Kylie tidak punya pilihan, lagian ia sudah berujung dongkol karena tak ada satupun kendaraan yang diharapkan nya lewat. Lagian bonus melihat Steven berada lebih dekat dengannya.
Kylie segera menaiki jeep hitam milik Steven tersebut, jantungnya berdebar, lelaki itu membuatnya jatuh cinta hari ini, atau mungkin setiap hari, pikirnya. Jika Stev bersifat biasa saja, Kylie bahkan berusaha menyeimbangi debaran jantungnya.
"Lo gak apa duduk sama Kevin?" tanya Stev disela-sela perjalanan mereka.
"Maksudnya?" jawab Kylie polos. Jujur ia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Stev tersebut.
"Nggak. Maksudnya gimana kamu duduk sama dia. Asik-asik aja apa dia gangguin, apa gimana gitu!" jelas Stev.
"Hmm b aja sih, karena bru hari ini kan ya. Gaktau besok-besok nya!" desis Kylie tak perduli. Toh Kevin tidak juga mengusiknya dikelas.
"Saran aku, mendingan kamu gak usah deh dekat-dekat sama cowok begitu!" ujar Stev lagi. Membuat Kylie berhasil menatap kearah lelaki tersebut, mengerutkan keningnya. Bingung.
"Kenapa emang?"tanya Kylie ingin tahu.
"Siapa sih yang gak tau dia!" tawa Stev hambar.
"Kenapa jadi bahas Kevin sih haahaha" jelas Kylie. Bagaimana bisa pembicaraan nya dengan lelaki yang disukainya ini, mengarah kepada lelaki yang bahkan telah membuatnya kesal itu?
"Iya ya wkwwk." desis Stev paham.
Sepanjang perjalanan mereka menghabiskan waktu dengan tawa. Baru saja dikenalnya lelaki itu hari ini, Kylie sudah merasa nyaman bersamanya, tidak seperti Kevin yang membuatnya ingin gusar terus-terusan. Padahal sama-sama baru dikenalnya dua lelaki yang terlahir dengan sikap bertolak belakang itu.
Steven menghentikan jeepnya disebuah perumahan indah permai, perumahan yang ditunjuk oleh gadis mungil tersebut.
"Itu rumah aku, udah sampai, kamu mau mampir dulu apa nggak?" tawar Kylie seraya senyum-senyum sendiri, berharap lelaki itu akan turun dan mengunjungi rumahnya tersebut.
"Nggak usah, aku langsung pulang aja lagian nyokap mau ngajakin pergi." jelas Stev mantap.
Kylie mengangguk-angguk tanda mengerti. Dilambaikan tangannya itu kepada Stev, seraya ditunggunya mobil lelaki tersebut sampai berbelok dan hilang dari pandangannya.
Benar-benar lelaki dambaannya Steven itu, sudahlah baik, nurut lagi sama orang tua pikirnya. Padahal yang tidak Kylie tahu, Steven telah berbohong kepadanya.
Kylie segera masuk ke dalam rumahnya, bergegas ke kamarnya yang terletak di lantai dua seraya merebahkan tubuh mungilnya di ranjang kesayangannya.
Seperti tidak punya waktu, Kylie segera melakukan panggilan video kepada sahabatnya Rara, untuk hari ini ia ceritakan seluruh kejadian mengenai Steven, lelaki yang telah membuatnya jatuh cinta itu.
*
Kemudian setelah larut dalam pembicaraan yang cukup lama itu, panggilan terhenti karena salah satunya tengah dilanda lapar.
Sementara Kylie angkat dari ranjangnya, seraya duduk dimeja belajarnya yang langsung berhadapan keluar jendela.
Karena hobinya yang selalu menulis, Kylie membuka diary putih bergambar love itu, kemudian mulai merangkai rentetan kejadian yang terjadi hari ini.
"Hari pertama disekolah barunya, yang mempertemukannya kepada 2 sosok lelaki, yang memberikannya sebuah sentuhan dengan cara dan sikap yang bertolak belakang. Yang satu baik dan mampu membuatnya melayang keangkasa, dan yang satunya lagi seperti macan, mampu membuatnya ketakutan dan kesal".
Semua yang di curahkannya lebih kepada lelaki yang membuatnya jatuh cinta itu, Steven Geraldo.
Saat Stev pertama kali berdiri didepan kelas dan ketika tangan laki-laki itu terulur dan meraih tangannya, mengajaknya kekantin serta mengantarnya pulang.
Kylie naksir Stev, itu yang pertama kali ada dikepalanya. Membuatnya senyum-senyum sendiri dan merasakan wajahnya pasti saat ini sudah berseri merah.
Sementara seputar sang pentolan sekolahnya itu, ia tulis pada sebuah diary berwarna merah, tentang lelaki jangkung yang membuatnya kesal setengah mati.
Kylie meneparkan tubuhnya, saat ini ia pengen tidur lebih awal, hingga besok, ketika sekolah badannya sudah pulih kembali.
Karena tidak ada yang dapat mengira, sebuah kejadian diluar imajinasi.
Dan untuk bagian penuh tanya selanjutnya.
***