Rasa itu tidak bisa di elakkan. Apalagi sampai pura-pura tidak menyadarinya. *** Hari sudah mulai gelap, Kylie berhenti disebuah taman yang sepi. Hanya ada ia ditaman tersebut. Ponsel Kylie sibuk berbunyi sejak tadi, tapi baru sekarang ia membukanya. Tangisnya sudah mereda, matanya bengkak, dan hatinya masih saja terasa sakit. ‘Dia seperti perempuan bodoh saat ini! Kenapa ia terlalu pede bahwa Steven menyukainya!’, itu yang terus terngiang dikepalanya. Kylie membuka ponsel, dibukanya line sudah tertera nama Kevin disana, lelaki itu yang selalu ada untuknya, bahkan disaat yang paling menyakitkan sekalipun. Namun untuk saat ini Kylie sedang tidak mood untuk membalasnya. Lelaki menyebalkan yang selalu membuatnya kesal itu nyatanya yang telah mewarnai hari-harinya. Sesaat Kylie men

