Dia terbaring diranjang dengan hati hancur, sementara aku berdiri kokoh untuk memopong kehancurannya. Sederhana, supaya dia menyadari kehadiranku. -Kevin *** Semenjak kejadian itu, Kylie baru menyadari bahwa segala rangkaian peristiwa yang dilaluinya, lelaki jangkung yang juga teman sebangkunya itulah yang selalu bersamanya. Hanya saja saat ini, ia percaya bahwa takdir mebawanya mendekati sang pentolan tersebut lebih jauh. Kylie menyadari, bahwa takdir itu kini terasa semakin nyata. Sehingga ia tidak percaya, bahwa takdir membawanya kepada lelaki yang bahkan diluar dugaan dan imajinasinya. * Suara gedoran itu membangunkan Kylie, siapa lagi kalau bukan Mbok Titin. Hari ini ia benar-benar tidak ingin sekolah. Ia tidak ingin bertemu Steven, bahkan untuk melirik lelaki itu Kylie

