Amerlin POV Aku dan Pandu hampir sampai di rumah. Waktu sudah menunjukan lebih dari jam satu siang. Aku ingin segera bertemu dengan Krisna dan mengatakan yang sebenarnya. “Topeng wajah ini boleh dibuka kan?” tanyaku pada Pandu. “Ya, boleh. Sejauh ini aman. Tinggal masuk ke rumah Krisna. Kita tinggal meyakinkan satpam untuk membiarkan kita masuk,” kata Pandu. “Ya,” kataku sambil merapihkan penampilanku, setelah membuka topeng wajah ini. Tidak lama kemudian, mobil berhenti di sebuah tempat. Rumah yang sudah sangat akrab dengan diriku selama belakangan ini. “Maaf, mau ketemu siapa?” tanya Mang Ujang salah satu satpam yang berkerja di rumah Krisna. “Mang, ini saya, Tina,” kataku. “Jangan becanda. Nyonya Tina barusan aja masuk bersama tuan Krisna. Kamu jangan mengaku-ngaku sebagai Nyon

