Tidak terasa hari sudah berganti lagi. Matahari terasa masuk ke kamar, menghangatkan ruangan. Aku belum mau membuka mataku. Aku masih sangat lelah dan pusing. Aku menghirup udara pagi yang selama ini aku rasakan. Setelah beberapa bulan berada di rumah Krisna, aku jadi terbiasa dengan suasana ini. Aku bahkan, hampir lupa bagaimana wangi pagi hari di rumahku. Aku kangen rumah, kangen Kitty, kangen Bi Rina, Mama, Papa, Kak Zulian, Kak Adrian dan Risma. Walau pun, Adrian dan Risma masih suka aku temui di sini. Di dalam tubuh orang lain. Sampai sekarang, aku belum tahu penyebab aku bisa berada di sini. Aku membuka mataku berlahan. Aku melihat bayangan seseorang sedang tidur di sampingku. Kemudian, aku menegaskan lagi, siapakah dia. “Krisna?!” kataku menahan teriakanku karena terkejut. Aku t

