Pagi ini udara sangat sejuk. Sudah beberapa hari ini pemandangan yang bisa aku lihat hanya laut yang sangat luas. Namun, pagi ini terasa sedikit berbeda. Aku merasakan ada sesuatu yang aneh dalam kamar ini. “Aaaaa…mmmhhff.” Tiba-tiba seseorang menutup mulutku. Dia membungkam diriku agar tidak berteriak. Aku langsung menarik tangannya. Dan mempraktekkan salah s jurus karate yang aku pelajari dari Rex. Orang yang menutup mulutku langsung terbanting ke lantai. Dan aku siap memberinya sebuah tinju di wajahnya. “Tunggu Tin, ini aku,” katanya menahanku untuk memukulnya. “Adrian?” kataku yang terkejut melihat Kak Adrian berada di sini. “Pandu, Tin. Pandu,” katanya. “Oh ya, Mas Pandu. Gimana mas Pandu bisa sampai di sini?” tanyaku. “Ssttt… jangan keras-keras, nanti mereka dengar,” kata Ma

