Perjalanan dalam kapal selam menghabiskan waktu yang cukup lama. Sudah seharian, kami berada di dalam sini. Dan untungnya, Sakti dan Pandu menyiapkan bekal makanan. Walau dengan terpaksa, akhirnya aku memakan makanan yang mengandung obat tidur di dalamnya. Walhasil, selama setengah hari aku terlelap tanpa tahu perjalanan kita sudah sampai mana. “Selamat pagi tuan putri,” sapa Pandu yang sedang memakan buah-buahan yang sempat Sakti petik di hutan. “Pagi? Kita udah semalaman di sini?” tanyaku kebingungan. “Iya,” kata Pandu dengan santainya. “Masak sih?” Aku langsung melihat ke luar kapal. Aku melihat laut yang berwarna hitam pekat dan hanya diterangi dengan lampu yang berasal dari kapal ini. “Bohong. Si Pandu mah emang kayak gitu,” kata Sakti sambil terus fokus melihat ke depan. Pemand

