Ya Allah, Aku telah berprasangka buruk padanya. Gegas aku berlari mengejar laki-laki terbaikku itu. Semoga dia mau memaafkanku. Aku mencari keberadaan Mas Yuda dan Raihan. Ternyata mereka sudah berada di dalam mobil yang berada di depan puskesmas. Perlahan aku membuka pintu mobil. "Mas ... Aku ..." Mas Yuda sama sekali tidak menoleh padaku. Sepertinya dia tahu aku sempat kecewa padanya tadi. Aku harus minta maaf padanya. Apapun akan aku lakukan demi mendapatkan maaf darinya. Pria sebaik dia memang pantas untuk aku perjuangkan. Hanya saja kadang aku yang tidak percaya diri berdampingan dengannya. Mas Yuda masih asik bercengkrama dengan Raihan. Sementara aku masih bingung mau bicara apa. "Mas ..." "Ya !" sahutnya dingin tanpa menoleh sedikitpun padaku. "Aku ... minta maaf.

