Aku terperanjat melihat Mak isah menangis meraung-raung sambil menyebut-nyebut nama Raihan. Ya Allah, ada apa dengan anakku? "Raihaaan .... Ya Allah Raihaan ...tolong ...!" teriak Mak Isah dengan berlinang air mata. "Maaak! Raihan kenapa? Raihan manaaa?" jeritku seraya memutar badan mencari keberadaan anakku. Mata Mas Yuda juga menyisir ke segala arah. Wajahnya nampak sangat panik. "Maaak, jawab! Mana anakku?" Aku berteriak gemas pada Mak Isah yang tak kunjung menjawab. Wanita itu malah nampak ketakutan. Mas Yuda mengusap punggungku, berusaha menenangkan. Kemudian berjongkok mensejajarkan dirinya pada Mak Isah yang sudah terduduk di pinggir jalan. "Mak yang tenang! Tolong jawab saya! Raihan kenapa?" Mas Wahyu berusaha bertanya dengan pelan. "Mak nggak tau. Tadi Raihan tidur

