Kejadian beberapa hari belakangan benar-benar pengalaman baru bagiku. Seumur-umur, mana pernah aku berpikir sekritis ini. Paling-paling hanya berpikir tentang masalah ujian di sekolah, peliknya hidup yang begini-begini saja, nasib hidup di masa depan nanti, atau paling sulit memikirkan jodoh yang belum kunjung datang padahal sudah hampir lulus SMA. Jadi, boleh dibilang kalau mencoba untuk menjadi bagian dalam tim yang menyelidiki kasus pembunuhan, maksudku kutukan, adalah hal yang membuatku berpikir kritis. Bagaimana mungkin seorang cewek malas berpikir tentang orang lain sepertiku mau memikirkan kasus seberat ini? Bahkan manusia rajin seperti teman-teman yang juara sekolah saja tidak peduli. Seharusnya orang tuaku bangga karena aku bisa berguna di masyarakat, walaupun hanya menjadi tim y

