“Lo deg-degan enggak?” Wita bertanya usai memberikan sapuan tipis blush on pada kedua pipi Lola. Sehubung pernikahan Lola dan Alpha temanya dadakan banget, jadilah Wita yang bertugas untuk mendandani. Beruntungnya, Wita yang sejak zaman SMA sudah jadi primadona itu sama sekali tidak canggung berhadapan dengan brush, foundation, dan lipstick. Lola memandangi pantulan dirinya di cermin dulu sebelum menjawab, “Sedikit. Sisanya, lebih ke campur aduk, sih.” “Campur aduk?” “Iya.” Lola mengangguk lalu menatap sahabatnya dalam-dalam. “Gue bertanya-tanya, habis ini apa yang akan terjadi dengan gue dan Alpha? Apakah kita berdua akan bahagia? Apakah anak ini mampu menerima masa lalu gue dan Alpha? Gitu, deh.” Wita menepuk sekali bahu Lola sebelum bergegas merapikan alat make up-nya. Sebentar lag

