“Kemarin Bagus datang ke panti asuhan.” Ibu Kasih mulai membuka cerita setelah punggung tegap Alpha hilang ditelan jarak. Mobil yang mereka tumpangi berhenti di rest area. Berhubung Alpha menyetir pulang pergi sendiri Jakarta-Bandung, lelaki itu harus berulang kali istirahat dan minum kopi. Sebetulnya sih Lola mau-mau saja menggantikan. Hanya saja, berhubung Alpha ingin dicap sebagai calon menantu idaman, jadilah dia merelakan dirinya sendiri sebagai supir. Lola di kursi penumpang kontan saja heran. “Jam berapa, Bu? Masalahnya, saya ketemu Bagus di kantor.” “Jam 10 malam, La. Wajahnya kentara banget kalau dia lagi kecapean. Kemungkinan langsung berangkat hari itu juga begitu selesai kerja.” “Ngapain juga Bagus ke sana malam-malam?” Ibu Kasih merasa jika dia harus menceritakan apa yan

