BAB 91

1022 Kata

"Siapa yang izinin lu duduk di sini? Tempat masih banyak," ucap Reza sambil terus memerhatikan laki-laki itu dengan pandangan tidak suka. Laki-laki itu menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum miring. "Masalah buat lu?" Reza tidak langsung menjawab. Karena makanan ia dan makanan Rain sudah hampir habis, Reza memilih untuk bangun saja. Ia sangat malas mengeluarkan tenaga untuk orang-orang yang selalu haus saat hidup tenang. Rain pun paham, ia ikut bangun. Lagi pula selera makannya langsung hilang saat laki-laki itu ikut duduk dengan wajah menyebalkan. Tanpa aba-aba laki-laki itu malah memukul pipi Reza keras sampai ujung bibirnya mengeluarkan darah. Reza yang mendapatkan serangan tiba-tiba langsung menampakkan wajah shock. Sambil memegang pipinya yang terasa kebas, ia menatap laki-laki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN