BAB 90

1019 Kata

Di pukul dua lewat, Reza sudah ada di depan gerbang Kost Melati Putri. Kali ini dia tidak datang tiba-tiba seperti sebelumnya, jadi Rain tidak harus kelabakan, bahkan tanpa perlu ditelepon lagi, dia sudah ada di gerbang, menunggu Reza datang. Tadi ia sempat dumel karena Reza tak kunjung datang, giliran orangnya sudah ada di depan mata jantungnya malah berdegub abnormal. Karena Reza terlihat biasa saja, ia pun harus terlihat biasa saja. Tidak ada hal yang patut ia gugupkan. Ia tarik napas pelan lalu berjalan mendekat ke arah Reza. Tanpa sadar, mereka mengenakan baju dengan warna yang sama untuk yang ke sekian kalinya. Mereka jauh terlihat seperti sepasang kekasih daripada sepasang teman. "Gua naik," ucap Rain, Reza hanya menganggukkan kepala menanggapinya. Saat Rain sudah naik, tak lama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN