Beberapa hari setelah insiden, Brams izin tidak masuk sekolah. Katanya keluarga ia mau pergi ke luar negeri untuk beberapa waktu, dan Brams terpaksa harus ikut, soalnya dia anak satu-satunya. Rain benar-benar merasa tenang tanpa Brams di sekolah. Dunia rasanya lebih nyaman. Bahkan, tangis dari para perempuan yang biasanya Brams bully tak terdengar untuk saat ini. Hari ini, sudah hari ke tujuh. Entah dia hanya izin atau pindah kewarganegaraan, Rain, sih, berharapnya pindah. Tak berguna juga manusia itu di Indonesia. Sebenarnya, sejak sebelum pemilihan OSIS sekolah mau mengadakan perlombaan, hanya saja tertunda sebab guru yang biasanya membina acara sedang kurang sehat waktu itu. Pagi-pagi sekali, Reza dan Rain selaku ketua dan sekretaris OSIS dipanggil ke ruang guru. Rain, sih, sudah data

