BAB 86

1007 Kata

Di parkiran sekolah, lagi-lagi Rain bertemu dengan Brams, kali ini ia melihat laki-laki itu sedang merangkul Gina. Gina terlihat tidak suka, tapi tidak pergi ataupun menolak. Rain terdiam beberapa saat, seketika ucapan Devan terdengar kembali di ingatannya. Tentang apa motif Gina mau didekati Brams meski dia tahu Brams sangat menyebalkan. "Pagi, Rain?" sapa Brams sambil tersenyum miring. Untung saja Rain bukan tipe perempuan yang mudah nyaman. Pantas saja banyak perempuan yang patah hati karena Brams. Belum lama dia bersikap sangat baik seolah hanya Rain-lah perempuan yang ia suka. Namun pagi ini, ia bersikap seolah Rain adalah bekasannya yang pantas diperlakukan dengan tidak baik. Rain hanya mendesis, dia bukan perempuan yang bisa di-bully makhluk semenyebalkan Brams. "Nanti malam mai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN