Brams menaikkan sebelah alisnya. "Tanpa sadar, lu sekarang udah masuk ke jajaran para korban yang gua bully, sekarang gimana? Masih merasa lebih tinggi dari gua? Lu tuh perempuan gampangan, rendahan! Teman-teman Brams yang lain ikut menertawakan, sekarang Rain bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi para perempuan yang pernah Brams buat malu dan menderita. Pantas saja kebanyakan dari mereka langsung pindah sekolah, Brams tidak hanya mem-bully orang di dunia nyata, tapi juga di dunia maya. Dia memang laki-laki kejam yang tidak punya hati. Syifa terlihat panik, ia menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi tak ada satu pun orang yang mau menolong Rain. Mereka hanya memerhatikan, tak ada yang inisiatif untuk melerai. Syifa pun bingung harus berbuat apa. "Brams, kamu enggak sopan banget, sih, pega

