TRAGEDI DI PANTAI

1502 Kata

TRAGEDI DI PANTAI TELUK Satu jam berlalu, aku masih asik bermain istana pasir dengan Aira dan juga Miko namun rasa khawatir justru kian besar di d**a karena Will belum juga terlihat sejak ia bilang mau ke toilet. Kemana leaki itu? Kenapa ke tolilet saja lama sekali? Ini sudah nyaris satu jam. Aku mulai bangkit berdiri berniat untuk menyusul Will ke toilet. “Mau kemana Mbak Lara?” tanya Aira yang menyadari bahwa aku hendak pergi. “Papanya Aira tadi bilang mau ke toilet tapi sampe sekarang belum balik juga, kira-kira ke mana ya?” Aku balik bertanya dan seketika Miko dan juga Aira tertegun. “Emang Papa bilang ke toiletnya sejak kapan, Mbak?” kali ini Miko yang bertanya. “Satu jam yang lalu.” “Apa mungkin ya Papa beli oleh-oleh buat pulag?” tanya Aira menatapku. “Entahlah, tetapi yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN