Tragedi di Pantai Teluk Aku terbangun saat Will menepuk bahuku lembut sambil berkata, "kita sudah sampai. Ayo bangun, Ra." Kemudian aku mengerjapkan mata berkali-kali sambil mengumpulkan ingatan. Ah ya tadi aku tertidur pulas, lumayan untuk mengumpulkan energi dan membuat tubuh ini merasa rileks kembali. Will turun membukakan pintu belakang dan tak lama kemudian Miko dan Aira sudah berlari keluar dari mobil menuju bibir pantai yang pasirnya berwarna putih. Aku masih di dalam mobil, mengamati sekeliling dengan pandangan takjub. Pantai dengan pasir putih terhampar bak permadani alam yang terlihat mewah. Nyiur kelapa dan beberapa tongkang yang mulai ditarik oleh pelayan. Pantai seindah ini aku baru menemukannya. Airnya berwarna kebiruan, natural dan tentu saja tidak banyak orang di si

