Aira dan Miko memelukku sangat erat, seolah keduanya takut dan merasa bersalah karena tadi tidak pulang bersamaku. Yang jadi pertanyaan besar dalam otakku adalah, siapa sebenernya yang membawa Aira dan Miko pulang? "Mbak Lara sangat menghawatirkan kalian. Apa yang terjadi sebenarnya, tolong ceritakan dan katakan siapa orang yang mengantar kalian pulang?" tanyaku setelah melepas pelukan. Aira dan Miko saling berpandangan, kemudian keduanya kompak menunduk. "Miko bisa jelasin kan sama Mbak?" "Tadi seseorang datang dengan mobil berwarna silver. Miko juga nggak tahu siapa nama om itu, tetapi Om itu bilang bahwa dia temennya Mbak Lara dan disuruh menjemput kami karena permintaan Mbak." "Apa?" gumamku terkejut. Bagaimana mungkin aku mempercayakan seseorang untuk menjemput kedua anak Wil

