Seseorang yang berusaha aku hindari selama ini, bisa jadi dia akan datang dan menemukanku lagi. Malam ini aku jelas tidak bisa tidur, masih menerka-nerka siapa orang yang mengantar Aira dan Miko pulang. Perlahan aku mendekat dan mulai bertanya lagi pada mereka yang sedang menggambar. "Bagaimana bisa kalian mau pulang dengan orang yang tidak kalian kenal?" "Miko nggak mau awalnya, Mbak. Tapi Om itu terus membujuk." "Iya Om itu juga membawakan coklat untuk Aira dan Kak Miko," ungkap Aira. "Tolong dengarkan dan ingat ya, siapa pun itu kalau selain Mbak Lara dan Om Diwa yang menjemput, kalian jangan pernah mau ikut." Aku mencoba menegaskan agar mereka paham. "Om itu bilangnya disuruh Mbak Lara." Miko berkata lagi. "Orang itu bisa saja berbohong. Bagaimana kalau Om yang tadi bernia

