Malam kian larut, aku baru saja hendak terpejam saat mendengar suara pintu berderit pelan dari arah depan. Kaget, akhirnya aku beranjak duduk dengan d**a berdebar-debar ketakutan. Aku melirik pada Aira dan Miko yang tengah pulas berbaring. Tidak mungkin membangunkan mereka. Meski sebenarnya aku sedang ketakutan tetapi akhirnya memutuskan beranjak juga, memastikan apa yang terjadi di ruang depan. Tidak ada angin besar yang berhembus rasanya mustahil pintu terbuka sendiri, lagi pula tadi aku sudah menguncinya sebelum masuk ke kamar untuk rehat. Langkahku telah sampai di ruang depan, sunyi dan lengang. Tidak ada siapa-siapa, pintu juga masih dalam keadaan tertutup? Lalu tadi suara derit pintu yang terbuka? Apa aku salah dengar? Tidak rasanya aku tidak salah dengar, karena memang suaranya

