"Mereka sudah aku antar pergi ke sekolah. Seminggu ini keduanya masih ulangan dan tidak bisa bolos." Aku mengangguk. "Terima kasih karena sudah bersedia mengantar Aira dan juga Miko." "Tidak usah mengucapkan terima kasih, mereka anak sahabatku jadi aku juga harus menjaganya. Kamu kenapa bisa tak sadarkan diri?" Diwa menoleh ke arahku. Memperhatikan. "Aku hanya sedikit kelelahan dan ...." Apa aku harus menceritakan tentang kedatangan Danil pada Diwa? Danil yang akhir-akhir ini membuatku kembali merasa Ketakutan dan tentu saja sangat membebani pikiran. "Dan apa?" Tuan Diwa semakin terlihat penasaran. "Sejak kedatangan Danil tempo hari, aku menjadi tertekan dan banyak pikiran." Akhirnya aku berterus terang dengan apa yang sebenarnya kurasakan. "Danil datang?" Will bertanya seolah

