Pagi ini aku terbangun dengan tubuh yang sangat letih. Mungkin suhu bandanku juga naik karena merasakan wajahku memanas dan badanku menggigil. Aku ingin baik-baik saja dan terus bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Aku tidak boleh sakit, kalau nanti sakit siapa yang akan mengurus dan menjaga Miko sama Aira? Selesai mandi dan menunaikan salat subuh, meski dengan tubuh yang bergetar aku memaksakan ke dapur. Mengupas beberapa bumbu untuk membuat nasi goreng. Aku sangat berharap Willan pulang, karena jujur saja aku tidak sanggup menjalani hari-hari ke depan tanpanya. Apa lagi Danil terus saja hadir dan mengganggu. Aku tahu sejauh ini Danil hanya berpura-pura baik dan juga sabar, itu semua dilakukan hanya untuk membujukku agar mau pulang dan kembali lagi padanya. Demi apa pun aku ti

