Sudah jam 19.23 malam namun Jasson masih belum kembali keapartemennya, dirinya terlihat begitu gusar saat mengingat hal yang tadi sore terjadi.
Berkali-kali mengusap wajah hingga mengacak rambutnya sendiri, "Kenapa semuanya malah jadi seperti ini?" Hpnya bergetar pesan masuk dari Amanda, sekretaris pribadinya.
"Tuan nona Tiara ternyata sekarang bekerja paruh waktu di coffeshop milik pacar sahabatnya.. dan tadi bagian admin perusahaan GG memberitahu jika nona Tiara mendaftarkan diri diperusahan AB melalui jalur prestasi."
Hatinya sedikit tenang saat membaca pesan dari Amanda. "Terus awasi dia dan pastikan semua roda kehidupan disisinya berjalan lancar." pesan terkirim.
"Baik tuan, saya mengerti." pesan diterima.
Setidaknya kau masih berada dalam pengawasanku. Jasson merasa dirinya sudah lebih tenang dan segera masuk kedalam mobil dan mengemudikannya pulang keapartemen.
***
Malam dirumah Nana..
Tiara baru saja berganti pakaian tidur, piyama navy corak hello kitty kesukaannya.
"Tiara?" seru Nana yang baru masuk kedalam kamar.
"Iya.. ada apa Nana?"
"Kau sudah mendaftarkan diri di universitas AB?"
"Sudah tadi setelah makan malam secara online. Kau sendiri apakah sudah mendaftarkan dirimu juga?"
"Aku belum mendaftar, mungkin besok."
Malam berbintang waktu menunjukan pukul 23.00 waktu setempat tapi Tiara tetap tak bisa memejakkan matanya.
Ditatapnya Nana yang sudah tertidur pulas, Bisa-bisa aku bangun kesiangan jika tidak segera tidur Tiara menarik selimut hingga menutupi kepalanya, berbaring miring kekanan sembari memeluk boneka hello kitty nya dan memejamkan matanya agar dapat tidur.
"Oh Tuhaaaan..." merasa hal itu sia-sia akhirnya Tiarapun segera bangun dan turun dari ranjang, melangkah membuka pintu yang mengarah kebalkon kamar. Duduk ditepi balkon sembari menatap langit berbintang. Masih teringat jelas wajah ayah dan ibunya kenangan kecelakaan maut itu kembali mengusik bathinnya bahkan sekarang matanya sudah berkaca-kaca.
Tiara menghela nafas dengan pelan , memori tentang Jasson yang datang untuk mengadopsinyapun masih teringat jelas dibenaknya.
Selama 13 tahun tidak adakah sedikitpun rasa suka untuk dirinya? Apakah Jasson benar-benar menganggapnya sebagai seorang anak?
Tiara berharap keajaiban akan datang meskipun hanya sehari.
Waktu terus bergulir hingga larut Tiara yang mengantukpun segera masuk kedalam kamar untuk tidur.
***
Ditempat lain Brian masih memandangi foto Tiara, saat kencan ganda waktu itu Brian secara diam-diam mengabadikan wajah cantik Tiara di hpnya.
Wajah cantik Tiara yang ia jadikan sebagai wallpaper di hpnya.
"Tiara Jasmine kau sungguh cantik sekali.. aku sudah tidak sabar lagi ingin bertemu denganmu." senyumnya mengembang dengan sempurna diwajah tampan Brian.
Pagipun menyapa mereka melakukan aktifitasnya seperti biasanya.
Tiara sudah ada ditempatnya bekerja, menyuguhkan kopi dengan berbagai rasa sesuai dengan pesanan pelanggan.
Saat jam istirahat tiba seingat dirinya tulisan open sudah diganti dengan close, namun tiba-tiba saja seorang pria datang membuka pintu dan menyebabkan suara bel berbunyi.
"Maaf tuan kami sudah tutup dan akan buka lagi jam 14.00 si - Brian?"
"Hai Tiara.. aku sengaja datang kemari dijam istirahatmu apakah aku mengganggumu?"
"Oh tentu saja tidak.." Tiarapun tersenyum.
"Kau tidak keberatankan jika aku mengajakmu makan siang diluar?" Tiara diam sejenak, "Bagaiamana?"
"Aaah iya baiklah tunggu sebentar." Tiara melepaskan celemek khas baristanya lalu melangkah ke lokernya untuk mengambil tas. "Ayo."
Mobilpun melaju menuju sebuah restauran cepat saji. Sesampainya direstauran itu mereka segera masuk kedalam dan duduk ditengah ruangan.
"Permisi tuan dan nona silahkan.." seorang pelayan memberi mereka daftar menu makanan dan minuman.
"Aku pesan bruschetta dan minumnya granita."
"Aku pesan yang ini.. " Tiara menunjuk sebuah gambar makanan, "Ribollita dan minumnya sama saja dengannya ya.."
"Baik tuan nona silahkan tunggu sebentar akan segera kami siapkan.." pelayan itupun undur diri dengan sopan.
Sembari menanti menu makan siang merekapun bercengkrama bersama, "Tiara apakah besok malam kau ada rencana?"
"Em.. tidak ada, kenapa?"
Brian mengeluarkan kartu undangan untuknya, "Besok malam adalah ulangtahun Cartie Florenza dia sepupuku apakah -"
"Cartie Florenza artis internasional yang sangat terkenal itu.. sungguh? " Tiara tak kalah antusiasnya, lihatlah betapa senangnya dia saat diberikan undangan ulangtahun.
"Iya kau sepertinya sangat mengaguminya.. tebakanku benarkan?"
"Hm.." Tiara mengangguk senang, "Aku pasti akan datang.."
Tak lama kemudianpun pelayan datang dengan membawa menu makanan yang sudah mereka pesan, "Silahkan tuan nona maaf sudah membuat kalian menunggu lama.."
Mereka berduapun segera menyantap makan siang yang lezat itu.