Jas Untuk Tiara

464 Kata
Masih ditempat yang sama Tiara mengatakan jika dirinya ingin pergi ketoilet sebentar. Didalam toilet Tiara menatap wajahnya yang terlihat begitu menyedihkan, kenapa kau begitu ingin memilikinya Tiara, kenapa? Bukankah di Italia masih banyak pemuda tampan dan baik untukmu? Pintu toilet terbuka ternyata Nataliepun ikut menyusulnya, dia berjalan dengan begitu angkuh mungkin sedang menunjukan kepada Tiara siapa pemenangnya. Tiara hanya diam bahkan tak memandang kearah Natalie berdiri, Tiara memutar keran wastafel lalu memabasuh wajahnya. "Seperti yang kau lihat nona Tiara, Jasson hanya milikku.. mi-lik-ku!" "Bicara saja sesukamu, kau kira aku peduli?" "Bicaralah yang sopan padaku nona Tiara, aku ini lebih tua darimu." Tiara mematikan keran lalu mengelap wajahnya dengan tissu, "Karena kau sudah tua lebih baik kau menyerah saja." menyeringai, "Aku tidak akan menyerah aku pasti bisa membuatnya jatuh cinta kepadaku." "Cih!" Natalie mengernyit sebal s****n!! "Hey tunggu!" teriak Natalie saat sadar ternyata Tiara sudah berjalan melewatinya dan membuka pintu toilet. "Tunggu kataku!" "Tidak ada lagi yang perlu kudengar darimu nona Natalia!" "Sombong!" Natalie yang emosipun tiba-tiba menarik baju diarea punggungnya padahal dirinya bermaksud untuk menarik pundak Tiara. Dress yang dipakai Tiarapun robek besar, dirinya terlonjak kaget sata itu juga karena tidak mungkin jika dirinya keluar ketempat ramai dengan kondisi seperti ini. "Apa yang kau lakukan?" tanpa sadar Tiara mendorong Natalie dengan kuat hingga membentur tembok dibelakangnya. "Aku tidak sengaja, sungguh.." Tiara yang geram ingin sekali memukulnya namun saat dirinya mengankat tangan, Jasson malah meneriakinya. "Tiara!" Keduanya terkejut dan kesampatan inipun tak disia-siakan Natalie, wanita itu mulai bersandiwara dengan rapih. Natalie mempercepat langkahnya menuju Jasson lalu memeluknya, "Sayang kau melihatnya? Dia mendorongku dengan kuat membuat punggungku sakit." Sialan! Dasar ratu drama! Cih! "Ku kira apa yang membuatmu selama itu berada di dalam toilet nona Tiara." seru Brian sembari melangkah mendekatinya dengan melepaskan jas yang dia pakai untuk menutupi punggung Tiara yang tereskpos. Melihat pemandangan itu membuat kilatan cepat dimata Jasson, nampak dia menaikan rahangnya yang mulai keras. "Ayo pergi!" Jasson mencengkram kuat tangan Natalie lalu membawanya pergi. *** "Terimakasih Brian, jika kau tidak datang aku tidak -" suaranya tercekat saat tangan Brian menyetuh lengannya. "Tidak apa-apa.. ayo yang lainnya sudah menunggu." Tiara mengangguk, "Emh iya.." Brian terlihat begitu hangat meskipun belum mengenalinya lebih jauh. Nana melambaikan tangannya saat melihat mereka berdua sudah sampai diparkiran mobil. "Tiara kenapa kau lama sekali dan apa ini? Kenapa kau memakai jasnya Brian?" "Em iya soalnya tadi bajuku tersangkut sesutu dan robek. Nana bisakah kita segera pulang?" "Ooh ya ampun ku kira sesuatu yang buruk terjadi padamu karena kau begitu lama berada ditoilet.." Nana meraih tangan Matheo, "Sayang kita pulang saja tidak apa-apakan?" "Tidak masalah, ayo.." Dan mobilpun melaju meninggalkan restauran tersebut. *** Jasson mendorong Natalie sekuat mungkin keatas sofa, "Apa yang sudah kau lakukan padanya?" "Melakukan apa? Aku tidak melakukan apapun, emh!" Jasson mencengkram kuat rahang Natalie, "Kuharap perkataanmu itu bisa dipercaya nona Natalie!" dirinya segera melenggang pergi meninggalkannya di apartemen milik Natalie. Jassonpun segera masuk kedalam mobil membanting pintu mobilnya sekuat mungkin, melonggarkan dasi dilehernya yang terasa sesak. Bayang-bayang Brian dan Tiara terus menari-nari dibenaknya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN