"Bukannya aku malas mengenal cinta. Aku hanya malas mengulang kesalahan yang sama." Pagi yang cerah, namun tidak di hati Ellen yang di selimuti kabut mendung yang tebal. Pagi ini, gadis itu datang ke Sekolah dengan kening yang berbalut perban. Mungkin itu adalah sisa memar di kepalanya karna benturan bola basket kemarin. Ellen berjalan bersama sahabat yang setia menemaninya. Cala. "Pelan- pelan El. Gue kan udah bilang kalau masih pusing jangan masuk dulu," kata Cala saat mereka sedang berjalan menuju ruang kelas mereka. "Ish Cala apa-apaan deh. Ellen udah nggak papa, cuma ketipuk bola basket. Kalau Ellen nggak masuk malah malu-maluin tauu.." jawab Ellen meskipun benar adanya, kepalanya masih terasa sangat sakit. "Kemarin gimana sama kak Elvan dan kak Elno? Marah nggak mereka?" tanya

