“Sayang...... Maafkan aku ya? Aku hanya-” “Diam. Atau kubenturkan kepalamu pada tembok sekarang.” Suara Lylo terdengar berat dan menakutkan. Agak serak sih sebenarnya, dan cara dia berjalan juga sedikit aneh. Lylo duduk dengan perlahan di kursi, agak mengerenyit saat Xile dengan polos memanjat paha Lylo untuk duduk di sana dan mencium pipi Lylo di kedua sisinya. “Morning Mama,” sapa Xile dengan riang. Felix selanjutnya untuk mencium pipi Lylo dan Lion. Duduk dalam diam menghadap meja makan. Felix memandang interaksi orang tuanya. Lion tampak berusaha menarik perhatian Lylo, namun Mamanya itu bahkan tidak menganggapnya sama sekali. Lylo malah asik, mengusap rambut Xile sambil sesekali menyuapinya makan. Matanya bahkan tidak melirik Lion sama sekali. Terlihat sekali, bahwa Mamanya itu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


