Gita memandangi dirinya di depan cermin sekali lagi sebelum ia berangkat pagi syuting hari ini ia benar-benar mengubah penampilannya dari atas hingga ke bawah Dia memotong rambutnya mewarnai rambutnya kemudian mengubah alisnya dan beberapa bagian wajahnya yang tanpa operasi.
"aku sudah mengganti gaya busana aku wajahku sedikit rambut dan beberapa lainnya sekarang sepertinya tidak terlalu mirip dengan Dewi Ambarwati lagi Bagaimana ya apa syuting akan tetap berjalan dengan penampilan baru ini?"tanya Gita memandangi dirinya di depan cermin ia sudah memberitahukan sutradara Jika dia mengganti beberapa bagian dari dirinya terutama gaya rambutnya dan sutradara sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut untuk syuting filmnya hari ini.
akhirnya kita pun berangkat juga setelah membuka Mat kami membaca agar tidak ada masalah di lokasi syuting dan benar saja ketika berada di lokasi syuting sutradara juga sangat menyukai penampilan baru kita ini ia belum pernah memberikan warna tersendiri dalam filmnya karena itu dia sama sekali tidak mempermasalahkan penampilan baru kita yang sudah sedikit berubah dari penampilan lamanya yang mengikuti Dewi Ambarwati Tanjung. beberapa fotonya yang diunggah di Story i********: iPhone banyak dikomentari para penggemarnya dan mereka menyukai penampilan baru Gita jadi memang benar adanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
hanya Gita saja yang terlalu terobsesi pada diri orang lain dan sekarang nyatanya banyak orang yang menyukai penampilan barunya meskipun beberapa titik di wajahnya masih mirip dengan Dewi Ambarwati. tapi bagian itu sangat cukup sulit untuk dirubah karena sudah dioperasi dan kita baru bisa melakukan operasi lagi tahun depan.
syuting pun berakhir game kita benar-benar sangat senang akan hasil yang telah ia dapatkan hari ini dia telah bekerja keras untuk sampai di titik puncaknya hari ini dia juga sudah mengirimkan beberapa foto terbarunya kepada Rio dan Rio mengomentarinya cukup baik.
Gita Dan Rii berjanji akan bertemu besok malam di sebuah restoran ternama mereka berdua akan makan malam bersama Rio akan menembus janjinya yang kemarin terburu-buru pulang dari Surabaya tanpa mengabari Gita sebelumnya.
"dua penampilan kita yang baru benar-benar sangat memukau saya kembali terkejut dengan perubahan gital kali ini tapi makin cantik lho. saya lebih menyukai penampilan kita yang seperti ini jadi tidak mengingatkan saya kepada almarhum istri saya lagi. Saya merindukan Dewi Ambarwati istri saya tetapi bukan sosok yang lain Dan kita bagaimana mengingatkan saya kepada almarhum Saya bahkan sudah menyembahyangi makamnya bakar mengirimnya al-fatihah beberapa hari yang lalu Terima kasih sekali Gita Saya memang terlalu sibuk akhir-akhir ini sampai melupakan almarhumah dan mengirimkan Doa Untuknya Terima kasih sekali,"kata Rio berterima kasih kepada Gita karena mengingatkannya kepada almarhum yang telah meninggal dunia yang telah lama ia tidak kirimi doa.
"iiyama serius sama sama ujar Gita terbata-bata ya padahal bukan bermaksud untuk mengingatkan Rio kepada almarhum istrinya tetapi untuk membuat radio jatuh cinta kepadanya Namun nyatanya Ria malah salah memahami tetapi tidak apa yang kita akan lebih berusaha lagi menarik hati Rio dengan cara yang lain agar Rio makin bersimpati padanya.
tidak terasa keesokan harinya pun tiba juga Rio dan Gita berencana untuk makan malam bersama Rio sudah mengetahui alamat apartemennya Gita, jadi Rio jemputnya di lobby apartemen.
"Mami mau janjian sama siapa sih Perasaan dari sore tadi sibuk banget? sekarang udah siap beneran mau dandan kayak gitu tumben?" tanya Sinta memperhatikan perubahan ibu yang sudah tidak lagi menggunakan make up seperti Dewi Ambarwati melainkan lebih menor daripada sebelum-sebelumnya.
"mami lagi mau usaha nggak ada seorang pria yang sudah lama mami taksir. Mami pokoknya Mau dapetin dia Dia juga seorang pengusaha kaya raya kaya Tujuh turunan lusin Teh jadi kamu banyak banyak berharap ya jadi Mami bakalan jadi nyonya besar kalau bisa nikah sama dia taniti impian Mami sejak dulu. Sayangnya dia juga malah nikab sama orang lain untungnya Itu orang udah mati jadi bisa mami gaet di sekali lagi. doain aja ya biar Mami enggak kecolongan lagi jangan sampai dia digaet oleh orang lain lagi," ujar Gita tersenyum kemudian pergi karena Rio sudah menunggunya di lobby.
cinta hanya geleng-geleng kepala melihat maminya itu sejak beberapa hari yang lalu Sinta dan maminya kita tidak bertemu karena itu Sinta baru melihat penampilan baru sang mami.
"pengusaha kaya Tujuh turunan? ini bukan pertama kalinya Mami bilang kayak gitu lagi naksir cowok dengan kekayaan alam yg tujuh turunan dan perusahaannya lagi melejit ya kita lihat aja emangnya bertahan berapa hari sih mami bakalan sama dia perempuan bentar lagi juga putus lagi kayak yang kemarin-kemarin,"ujar Sinta cuek.
sejak mengetahui ryodan Dewi Ambarwati akan menikah Sinta pun menerima pinangan seorang pemuda kaya raya dari desa sebelah pilihan orang tuanya namun karena memang tidak cinta saat Sinta berumur 2 tahun kita pun memutuskan untuk bercerai dan pindah kembali ke Jakarta meneruskan karirnya. ia lebih suka berada di Jakarta daripada harus berada di kampung halamannya dan menjadi ibu rumah tangga biasa. alasannya menerima lamaran dari pria pilihan sang Ibu hanya untuk melupakan Rio yang menikah dengan Dewi Ambarwati saat itu.
Rio Dan kita pun sampai juga di restoran yang sudah mereka pesan sebelumnya keduanya pun makan malam bersama sambil ngobrol-ngobrol dengan. kita sama sekali tidak membuang kesempatan kali ini untuk lebih dekat dengan Rio segala daya upaya Iya Parakan untuk lebih dekat dengan Rio dan ia keluarkan semua jurus-jurusnya untuk mendekati Rio membuat bersimpati padanya.
"oh iya mas Rio, bagaimana keadaan putri sematang wayang mas yang katanya kemarin pingsan? dia sedang sakit ya mas? kok tiba tiba pingsan di sekolah begitu mas?"tanya Gita terdengar lebih peduli.
"namanya Adella Gita. nama Putri Mas namanya Del Aprilia Dewi. dia sekarang kelas 2 SMA kayaknya kelelahan beberapa waktu yang lalu aku sempat mengurangi para pekerja di rumah jadi dalam memutuskan membantu meringankan pekerjaan di Redmi dengan menyapu seisi rumah mungkin dia kelelahan karena itulah dia pingsan kantor sendirilah anak semata wayang ku itu tidak terlalu sering di suruh bersih-bersih. Mungkin dia kelelahan. kurasa Dia tidak sakit, lagipula sudah diperiksa juga oleh dokter di sekolahnya. Aku bahkan juga sudah menyuruhnya untuk memeriksakan dirinya kepada dokter pribadi Kami dan kata dokter juga dia tidak ada masalah apa pun. Mungkin memang hanya kelelahan saja," ujarnya menjelaskan.
" Apa maksud mas Rio tadi bilang? para pekerja di rumahnya dikurangi? Kenapa? jadi anaknya kelelahan karena disuruh bersih-bersih? ah lihat saja nanti kalau akunya jadi nyonya di rumahnya rumah itu, semua pekerja di rumahnya kan ku pecat dan anaknya saja yang ku suruh membersihkan semua itu. lihat saja dia saja nanti. Biarkan saja pingsan pingsan sampai mati sekalian,"ucap Gita menggerutu di dalam hatinya.
"Oh namanya Dela ya Mas salam untuk Bella ya Mas Dia kelas 2 SMA aku namanya Sinta tapi dia kelas 3 SMA tahun ini mau lulus dan kuliah belum tahu mau kuliah Jurusan apa Mas aku nyuruh dia buat ikutan dunia keartisan tapi kayaknya dia sama sekali nggak tertarik," ujar Gita lebih membuka dirinya agar lebih dekat dengan Rio.
"a sama saja Della juga terkadang kalau diajak ngurusin bisnis juga terlihat tidak tertarik. anak-anak sepertinya mau menentukan masa depan mereka sendiri dan pilihan mereka sendiri. ayahnya Seorang pebisnis anaknya belum tentu suka dengan bisnis sama seperti juga dengan anakmu itu Gita, kamunya suka dunia keartisan fashion tapi anakmu belum tentu tertarik akan hal itu kamu tidak bisa memaksakan hal itu kepada dirinya,"kata Riocoba Jelaskan pada Gita dan hanya anggukan oleh Gita. Ia pun setuju dengan ucapan Rio tersebut.
"ya baguslah mas kalau anakmu juga tidak tertarik dengan bisnis. Biar aku saja yang nanti belajar bisnis dan melanjutkan bisnismu. tidak akan pula ku izinkan anakmu itu untuk bekerja dan mengurusi bisnis mu. lihat saja nanti. Biarkan saja dia mengikuti apa kemauannya asal jangan mengikuti bisnis seperti dirimu. bisa-bisa perusahaanmu yang kaya Tujuh turunan itu akan diambil oleh dia biarkan saja Biarkan saja,"gumam Gita, Ia tersenyum sendiri.
"Oh iya mas, ku dengar anakmu akan ulang tahun sebentar lagi ya yang ke 15?"selidik Gita.
"Ya kau benar sekali Gita beberapa hari lagi dia akan ulang tahun ke-15 tahunnya tanda Siti dia sepertinya tidak menginginkan pesta atau apapun itu sepertinya hanya perayaan kecil saja di rumah apa kok bisa datang? aja lah anakmu sekalian biar tambah ramai Nanti suasana aku rasa dia juga tidak menginginkan adanya pesta di dalam rumah jadi kepikiran hanya akan ada makan malam saja dan kau bisa hadir bukan?"tanya Rio.
"memang pertanyaan inilah yang aku tunggu tunggu dari tadi Mas Dan kalau langsung mengajukannya kepada ku Baguslah ya pastilah aku akan datang mengajukan Sinta sekalian," ujar Gita tersenyum di dalam hatinya.
" Ya tentu saja Mas aku pasti akan datang ke sana bersama dengan Shinta. sekali memperkenalkan mereka berdua, agar lebih akrab lagi kan Biar lebih akrab juga lebih enak. mereka berdua bisa jadi teman yang baik," ujar Gita tersenyum.