BAYANGAN DEWI AMBAR WATI

1431 Kata
Rio kembali menambah pegawainya di rumah kali ini khusus untuk menemani Della Aprilia Dewi di rumah dan juga di sekolah. dia tidak ingin lagi merasa kecolongan anak gadisnya semata wayang pingsan lagi. dia juga tidak menyuruh lagi Della untuk mengerjakan pekerjaan rumah meski apapun juga alasan dia lah dia tidak lagi menginginkan Della kelelahan. apalagi sekarang Della sudah 15 tahun umurnya sebentar lagi dia makai remaja dan makin banyak kegiatan. buktinya saja dalam satu minggu bisa 3 sampai 4 kali di harus pulang hingga sore hari itu menyebabkan tubuhnya kelelahan jika ditambah dengan membantu pekerjaan rumah maka semua tubuhnya pun akan runtuh juga Karena kelelahan dan pingsan seperti beberapa waktu yang lalu ia pun tak lagi menginginkan hal tersebut. perusahaan Dewi grup pun makin hari makin membaik apalagi berkat investor dari Surabaya yang menanamkan saham di perusahaan. beberapa tender dengan perusahaan besar pun berhasil dimenangkan Rio perusahaan pun makin kebaikan keuangannya pun makin membaik. sudah dua minggu sejak kepulangannya dari Surabaya perusahaan makin hari makin membaik keberuntungan sepertinya masih berada di pihak Rio. beberapa kali menang tender besar membuatnya benar-benar bahagia. "sepertinya keberuntungan lagi ada dipihakku Dewi Fortuna sedang mengiringiku akhir-akhir ini. buktinya beberapa kali tender aku selalu menang dan berhasil. sepertinya keberuntunganku dimulai dari aku pergi ke Surabaya beberapa pekan yang lalu a sukurlah kini aku sudah bisa tidur dengan nyenyak tidak lagi memikirkan masalah keuangan. aku juga bisa menambah karyawan ku di rumah apalagi khusus untuk delapril Dewi aku tidak ingin lagi anakku itu merasa kelelahan dan juga banyak hal yang ia Pikirkan aku bermain tidak menginginkannya syukurlah aku sudah makin bisa menambah tabungan untuk della besar nanti,"katanya Rio usai pulang dari bekerja hari itu. Rio yang berada di kursi penumpang pun merasa santai berkat supernya yang mengemudi dengan cukup pelan apalagi jalanan yang cukup macet sore ini. Riau bersenandung kecil suasana hatinya sedang bahagia tiba-tiba saja handphonenya pun berbunyi. foto Dewi Ambarwati tiba-tiba saja kembali berada dihadapannya. tetapi itu bukanlah Dewi Ambarwati melainkan Gita, junior Dewi di dunia keartisan yang selalu tergila gila akan Dewi dan ingin jadi seperti Dewi. Rio diam saja Menatap layar di hadapan tersebut ia tidak bergeming tidak mengangkat ataupun matanya hanya melirik saja foto yang terpajang di hadapannya itu ya bukannya lupa Hanya saja beberapa kali melihat kita dalam bayangan Dewi Ambarwati sepertinya adalah sesuatu hal yang salah dia sadar betul bahwa istrinya telah tiada tetapi melihat kita seperti itu ia merasa seperti Tengah dibayang-bayangi oleh Dewi Ambarwati pada diri Gita benar-benar kehidupannya saat ini. "Halo mbak Gita? dia ada apa tanda tanya oh ya Bisakah foto profil w******p-nya diganti saja dengan diri mbak Gita yang sebenarnya jangan menyerupai Dewi Ambarwati saya benar-benar merasa tersinggung dengan foto Mbak yang menyerupai istri saya ini," ujar Rio langsung pada intinya dia pernah merasa terganggu dengan foto Gita yang menyerupai Dewi Ambarwati seperti itu. Belumlah menjawab hal tersebut kita langsung mematikan dan sambungan teleponnya dengan Rio. Rio pun merasa heran kenapa gitu langsung mematikan sambungan teleponnya Mungkin jaringannya sedang jelek Blbegitulah pemikirannya. "dia yang mau menelepon dan berbicara denganku Kenapa tiba-tiba saja ia mematikan sambungan teleponnya? atau dia salah pencet? Kenapa tidak berbicara dulu padaku? atau perkataanku tadi Minggu jadinya? ah sudahlah besok atau lusa dia akan menghubungiku lagi aku yakin itu," ujar Rio kemudian tak ambil pusing masalah Gita. Sementara itu di lain tempat Gita mwnghempaskan paksa dan kesal sama yang mau matiin handphonenya ke kasur empuk di sampingnya tubuhnya pun yang pas k********r itu. "apa-apaan itu mas Rio bilang seperti itu Bukankah dia sendiri kemarin bilang kalau dia senang melihat aku seperti Dewi Ambarwati? Apa pernah Sekarang dia sudah waras dan bilang kalau aku ini mengganggu karena mirip dengan Dewi istrinya? Jadi apa yang harus aku lakukan? aku harus berubah lagi penampilanku? bukan ke duniaku dalam keartisan bahkan sudah sering dibilang kalau aku ingin mengirim Dewi Ambarwati sekarang kan tanya kalau aku merubah penampilan ku bagaimana nanti aku di keartisan? ah ini benar-benar membuat aku Dilema," ujar Gita pusing. tapi karena obsesinya yang tergila-gila atas Rio dan semua hal yang berhubungan dengan Dewi Ambarwati kita pun mau saja merubah penampilannya menjadi dirinya sendiri dan mengubah tampilan foto w******p milik nyata nanti setelah merubah foto w******p-nya dengan foto lamanya dia pun kembali menghubungi Rio. "Selamat malam Mas Rio Aduh maaf ya Kalau foto saya selama ini mengganggu mata mas Rio, karena foto saya mirip sama almarhum istri mas, mbak Dewi Ambarwati,"ujar Dewi kemudian. "a syukur lah kalau kamu mengerti hal itu Gita saya sangat berterima kasih sekali dengan kamu yang merubah foto tampilan wajah kamu di akun w******p kamu Tanti Jujur saja foto itu bahkan sangat mirip dengan Dewi Ambarwati sekilas Lalu benar-benar seperti Dewi Ambarwati menghubungi saya teliti dan itu benar-benar mengganggu saya. Memangnya kamu terobsesi ya terhadap istri saya Kenapa penampilan kamu jadi berubah menjadi istri saya seperti ini? padahal sebelumnya saya sangat ingat kalau kamu tidak seperti itu wajahnya saya sepertinya masih menyimpan salah satu foto dalam acara yang ada kamu dan juga Dewi Ambarwati di dalamnya dan wajah kalian berbeda," ujar Rio lagi. " ya mungkin Mas benar saya memang terkagum-kagum dengan Mbak Dewi Ambarwati sejak dulu bahkan Sebelum saya terjun ke dunia artis Karena itulah ketika Dewi Ambarwati meninggal dunia saya mengambil keputusan untuk menjadi seorang Dewi Ambarwati Tanjung titik mereka itu juga karena saya melonjak naik Mas saya benar-benar sangat berterima kasih akan hal itu tetapi memang benar adanya beberapa orang memang bilang kalau saya benar-benar sangat terobsesi atas dirinya maaf jika itu mengganggu Mas tetap Jujur saja saya memang sudah melakukan banyak operasi dan merubah wajah saya. jadi Maaf Mas ujar Dita lagi. "terkagum dan terobsesi itu sangat bagus sekali kita apalagi dengan prestasi yang pernah diraih oleh Dewi Ambarwati tanjung putih tetapi kalau kamu menyerupai dirinya seolah-olah kamu adalah orang lain apakah orang tua kamu tidak marah kalau kamu sudah berupaya orang lain seperti ini? apalagi para pengagum Dewi Ambarwati bisa saja merasa kecewa terhadap diri kamu Saya yakin orang membully kamu makin banyak gara-gara wajah kamu yang sekarang menyerupai almarhum istri saya Apalagi seingat saya Dewi Ambarwati memiliki segudang prestasi dan juga fans fanatik bisa saja mereka bener-bener marah dan sering kali mengganggu kehidupan kamu bukan? Apa itu tidak mengganggu kamu? Saran saya, sebaiknya kembalilah kepada diri kamu sendiri. Saya yakin Masih banyak orang yang mau mengajak kamu main film dengan wajah asli kamu. kamu juga lumayan cantik dengan wajah lama kamu kok,"ucap Rio memuji kecantikan Gita dahulu membuat Gita tersenyum dan merasa menang. "apa Mas yakin aku sudah cantik itu sejak dulu? Aku melakukan ini semua untuk dekat dengan Maslow aku penuhin tertarik sama Mas," ujar Gita langsung pada intinya ia benar-benar tidak malu menunjukkan perasaannya. "Ah benar kah?"tanya Rio keheranan. "Iya Mas beneran Gita benar-benar menyukai mas. Oh ya Mas Terima kasih ini Mas punya janji makan malam lho sama saya? apa Mas lupa? Apakah kita tidak akan bisa makan malam bukan kasih kan kita sudah sama-sama di Jakarta?" tanya Gita menagih janji untuk makan malam berdua Sesampainya di Jakarta. "Ah iya makan malam berdua saya benar-benar lupa akan hal itu kita Baiklah kalau begitu Bagaimana kalau kita makan bersama di akhir pekan?" tanya Rio lebih dulu Ia benar-benar lupa akan janjinya. "akhir pekan ya Mas? ya tentu saja Terima kasih banyak ya Mas masih ingat dengan janji makan malamnya,"ujar Gita tersipu malu. " Oh iya tentu saja Gita Saya masih sangat ingat dengan janji saja saya Maaf ya kalau saya lama menghubungi kamu dan mengajak kamu makan malam karena saya tolong sibuk akhir-akhir ini. Alhamdulilah tender makin banyak yang saya menangkan benar-benar Dewi Fortuna sedang berada di pihak saya terutama sekembalinya saya dari Surabaya. Mungkin saja ini juga berkat kamu juga kita jadi Terima kasih banyak ya. oh ya tapi saya minta sama kamu Untuk tidak menjadi dewi Ambarwati saat kita bertemu Ya mungkin kamu masih berat untuk menghapusnya wajah kamu yang menyerupai Dewi Ambarwati Sorry saya tapi saya harap kamu tidak menjadi seorang Dewi Ambarwati ketika kita sedang bersama ujar Rio. Dia mengingatkan Gita lagi. " Oh ya tentu saja mas kita akan datang dengan penampilan asli Gita saja terima kasih ya Mas,"katanya Gita kemudian tidak lama mereka pun memutuskan sambungan telepon mereka berdua. " mas Rio meminta aku untuk tidak menjadi dewi Ambarwati lagi. baiklah mas Rio akan aku lepaskan semua hal yang berbau Dewi Ambarwati dari diriku saat ini juga. saat aku bertemu denganmu nanti aku akan menjadi diriku yang sebenarnya. meskipun ini sebenarnya cukup membuat aku resah akn dunia keartisan ku yang selama ini sudah meroket gara-gara aku seperti Dewi Ambarwati. tetapi Baiklah, akan kulakukan asal kau menjadi milikku mas Rio,"Giita tersenyum sambil berkaca berada di depan cermin besar di kamarnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN