della tetap mengikuti pelajaran seperti biasanya bahkan ia juga mengikuti pelajaran tambahan di sore harinya sang supir sendiri tetap berjaga di sisi dalam meskipun dari tadi dela sudah menyuruhnya pulang tetapi sang supir tak mau kecolongan dengan melihat Della pingsan kedua kalinya.
sore harinya nampak baik-baik saja. Mbok Ratmi langsung bertanya padanya apa iya rasakan apakah kepalanya pusing atau tidak. Ratmi sangat mencemaskan nona mudanya tersebut.
"non udah pulang? apa yang sakit menahan Kepalanya pusing tidak? apa yang sakit non biar Bibi panggilkan dokter keluarga saja ya suruh datang kemari?" tanya Ratmi sambil memegang kepala Della.
"della sudah baik-baik saja kok Bi tidak apa-apa dah tadi cuman kecapean aja berasanya lemes jadinya langsungnya pingsan. della gak papa kok buktinya sekarang udah pulang sekolah Nggak papa kan?" dela tersenyum menenangkan.
"Bibi bener-bener cemas dengar non pingsan. non juga si besok-besok enggak usah bantuin lagi pekerjaan rumah. kalau begini malah bikin pingsan Gak usah non. Biar bibi saja yang ngerjain semuanya. Bibik masih kuat kok buat ngerjain semua tugas di rumah,"katanya Ratmi.
"Della baik-baik saja bik, enggak kenapa-kenapa. Della cuman lagi capek aja tadi. nggak papa kok dela suka kok. Bibi bingung mau ngapain bangunnya pagi-pagi banget dan Nggak ada kerjaan makanya bantuin Bibi. Oke deh besok Dela nggak terlalu banyak Ngerjain pekerjaan rumah. Satu aja buat nyapu aja kan? deh enggak apa-apa Kok Bibi,"kata della menenangkan sambil Memeluk pembantunya tersebut.
"tuh Non enggak bisa dibilangin juga ya. itu si bapak sampai pulang. pulang dari Surabaya karena cemas pikiran non. dia tiba-tiba aja pingsan Bapak kiranya non Della sakit atau kenapa-kenapa. takutnya seperti nyonya besar Kemarin. tiba-tiba aja sakit kepala dan langsung gitu. tahunya Sakitnya udah parah mangkanya Non ya jaga kesehatan ya. Non itu sayang sama bapak juga cemas tuh sampe ninggalin pekerjaannya. untungnya pekerjaannya udah selesai. Padahal dia masih mau ketemu beberapa teman-temannya yang ada di Surabaya. mau nyari investor lain katanya. tapi semuanya dibatalin karena terlalu cemas sama non. Sekarang bapak dalam perjalanan pulang ke Jakarta non,"jelas ratmi kepada nona kecilnya.
Della hanya diam saja mendengar penjelasan dari asisten rumah tangga yang kini tinggal satu-satunya di rumah besarnya itu. Della kemudian meminta izin untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat setelah dirinya membersihkan tubuhnya Della merebahkan dirinya di kasur.
masih ada beberapa jam lagi Hingga ayahnya tiba di rumah jarak sebenarnya tidak terlalu suka dengan hal ini selama ini papnya selalu sibuk dengan pekerjaan dan tidak pernah mencemaskan dirinya. dirinya selalu dititipkan dengan para pengasuh dan juga pembantu di rumahnya, hanya karena sekarang pembantu mereka sudah tidak ada lagi dan hanya satu ayahnya jadi perhatian padanya.
"ada hikmahnya juga para pekerja Papa semua di rumah ini tapi aku tidak terlalu suka dengan mendengar Ayah yang cemas Bapak meninggalkan pekerjaannya. ada hikmahnya juga para pekerja papa pecat semua di rumah ini tapi aku tidak terlalu suka dengan mendengar papa yang cuma papa meninggalkan pekerjaannya di surabaya dengan sumpah ke jakarta pada layar tahu sendiri kali ini kan ayah benar-benar lagi butuh seorang investor untuk kembali menyendiri menegakkan perusahaan yang sudah beberapa tahun ini dimulai kembang kampus keuangan yang tadi ketika ku tahu betul seperti apa jadilah entahlah semoga ayah bisa menyelesaikan dan mengembalikan perusahaan ke titik kejayaannya lagi," harap della dengan penuh pengharapan.
pukul 10 malam ketika della Sudah terlelap, suara mobil tiba-tiba saja berhenti dan memasuki pekarangan rumah mereka. jarak antara halaman depan dengan kamar delllah cukup jauh. Begitu juga dengan garasi yang berada di lantai bawah sementara kamar della cukup jauh dari Garasi hingga tidak terlalu terdengar jika ayahnya sudah kembali.
"Bagaimana keadaan Della bik Ratni? Apakah dia sudah tidur?" tanya tibanya di rumah dan langsung menanyakan keadaan anak semata wayangnya kepada satu-satunya pembantu rumah tangga mereka yang tersisa.
"nona Della sudah tertidur dari tadi Pak Rio dia tampaknya baik-baik saja Bahkan dalam mengikuti pelajaran tambahan hingga sore Dia terlihat baik-baik saja sepulang sekolah tadi makan mana juga menolak untuk saya panggilkan dokter ke rumah kacanya Kondisinya sudah baik-baik saja dia tadi hanya kecapean saja tuan,"kata Ratmi menjelaskan kepada Tuan besarnya itu.
"Oh begitu ya. tolong, siapkan air panas di kamar saya. Saya mau mandi. Sebelum itu saya juga mau jalan dulu. apa Dellaa tadi sudah makan malam bik? makannya banyak tidak?"tanya Rio menyelidiki keadaan Sang Putri Yang sudah terlalu lama mengabaikan Putri semata wayangnya itu.
"Nona banyak makannya tuan. Sangat lahap, saya akan segera menyiapkan air panasnya tuan,"katanya Ratmi.
Rio kemudian beranjak menuju kamar Putri semata wayangnya yang berada di lantai dua Dia mengetuk kamar tersebut Ia memang tidak dikunci mengingatkan Della untuk tidak mengunci kamarnya. meskipun dia sekarang sudah beranjak remaja karena agar Rio bisa awasi apa yang terjadi di dalam. Rio, Dia sangat mencintai anaknya tersebut tidak ingin terjadi sesuatu kepada anaknya jadi dia bisa segera masuk jika terjadi sesuatu kepada anaknya tetapi Riau akan segera Mengunci pintu dari luar jika dia tahu jelas Sudah terlelap di kamarnya sementara kamar Della Kuncinya kan dia gantung di dalam kamar ia akan menggunakan kunci serep dan menguncinya dari luar.
Rio pun segera beranjak menuju tempat tidur daerah dan melihat daerah Sudah terlelap dengan minyak gambar bahkan suara dengkurannya terdengar sangat halus dari mulut Della sepertinya memang benar Della cukup kewalahan apalagi hari ini aktivitas yang cukup padat.
"apa kamu hanya kelelahan saja sayang sehingga kamu pingsan? Pap beneran sangat khawatir dengan kamu? saya berharap kamu akan baik-baik saja dan hanya kelelahan saja saya pribadi tidak ingin kamu seperti ibumu sakit kepala dan kemudian pergi untuk selama-lamanya dari dekat papa. Papa pernah menyesal mengabaikan selama ini dan hanya mengurusi perusahaan saja,"kata Rio membuat Della terbangun.
" Pap? "tanya della melihat ayahnya sudah berada di sisinya.
"Della, akh maafkan papa berisik dan membangunkan kamu,"ucap Rio.
" a tidak apa-apa Pap, lagi pula kita sudah berapa hari tidak bertemu apa ya baik-baik saja? Bagaimana perjalanan bisnisnya? apa investor tertarik pada proposal nya Pap?"tanya Della.
" ya Beberapa investor tertarik untuk menanamkan sahamnya ke perusahaan kita jadi bagaimana keadaanmu sayang? apa kamu baik-baik saja katanya kamu pingsan di sekolah kenapa tidak langsung pulang saja ada tadi ayah sudah menyuruh super untuk menjemput kamu? Apa kamu benar tidak apa-apa? kalau memang kelelahan Lebih Baik istirahat dan tidak perlu ke sekolah dulu. tidak usah melakukan pekerjaan di rumah Biar bik Ratmi saja yang mengerjakan semuanya. kamu tidak perlu bersusah payah membantunya. dia bisa mungkin agak lambat. dia pasti akan bisa menyelesaikannya," ujar Rio.
" tidak apa-apa Pap, aku baik, aku sangat baik pap. aku tidak merasakan apapun aku hanya kelelahan saja. dokterku di sekolah juga sudah berkata kalau aku hanya kelelahan saya aja. apa dia tidak menelpon Papa? oh iya dokternya sangat baik sekali Pap. dia masih muda dan tengah kuliah di jurusan kedokteran. aku sangat menyukainya bahkan aku jadi berpikir untuk ikutan sekolah kedokteran Nanti ah tapi apa aku bisa ya pap?" ujar Della tertawa.
"benar kamu baik-baik saja? kalau mau kuliah Jurusan Kedokteran ada saja sayang tapi apa benar kamu ngambil Jurusan Kedokteran bukannya kemarin kamu bilang mau ikutan bisnis seperti ayah? Katanya juga tertarik fashion seperti ibu? sama sekali cita-citamu nak sebentar lagi kamu akan kelas tiga. t dan akan segera mengikuti ujian Apakah kamu sudah menentukan arah masa depanmu?"tanya Rio kepada Putri semata wayangnya.
"hihi, Papa benar. Aku sudah pernah bilang mau ke fashion bahkan ke ekonomi ya? hem, aku belum menentukan yah. masih bingung. tapi dari itu semua aku baik-baik saja Pa. aku benar-benar baik. aku hanya kelelahan. Pap tidak perlu khawatir dan besok Pap bisa mengurus perusahaan lagi,"katanya Della menjelaskan pada ayahnya untuk tak khawatir padanya.