KEKHAWATIRAN SEORANG AYAH

1436 Kata
Rio yang mendapatkan kabar mengenai pingsannya della di sekolah dari Pak Dewa wali kelasnya pun langsung pergi kembali ke Jakarta meskipun ia ingat bahwa nanti malam ia akan makan bersama Gita seorang artis senior yang juga merupakan teman dari almarhum istrinya. Gita benar-benar mengingatkan Rio terhadap sosok almarhum istrinya dahulu karena Gita bener-bener mirip dengan Dewi ambarawati padahal seinggatnya dulu seseorang teman Dewi bernama Gita sahabat istrinya itu tidak berwajah seperti itu. tapi sebentar Apa yang merasukinya Rio bener-bener panah apalagi dengan kelembutan dan tutur cara bicara Gita sangat mengingatkannya kepada mantan istrinya yang telah tiada bahkan cara berpakaian dan semua hal yang Gita kenakan persis Dewi. Seolah mengingatkan Rio keberadaan Dewi telah kembali dalam sosok seorang Gita. "Entah kenapa kemarin saat bertemu dengan Gita aku malah ingat dengan Dewi seolah Dewi kembali hidup dalam sosok Gita apa benar kita adalah sahabat Dewi Ambarwati dulu sana tanya dia tidak seperti itu dia kan arti Pematang Baru saat aku menikah dengan Dewi Ambarwati saat itu aku bener-bener ingat sosok Seperti apa kenapa sekarang wajah yang berubah jadi mirip Dewi ya? Apa dia sudah mempermak wajahnya? Entahlah aku harus fokus dulu ke terhadap Della. Aku sangat mengkhawatirkannyaa. kuharap della baik-baik saja aku juga belum tahu kondisinya Setelah tadi pingsan,"ujar Rio. sebaiknya Aku menelpon Mbok Redmi dulu untuk memastikan Apakah dia sudah pulang atau belum.Rio lalu menghubungi ARTnya. "Bagaimana bik Ratmi, Apakah dia sudah pulang ke rumah atau belum? Apakah ada orang yang menjemputnya? supir sudah berangkat belum Bagaimana kondisi di rumah? segera memeriksanya dipanggil dokter keluarga ke rumah. aku ingin tahu kondisinya seperti apa. aku masih dalam perjalanan dan akan segera kembali ke Jakarta. Masih Berapa jam lagi untuk aku sampai ke Jakarta," ujar Rio di dalam handphonenya tanpa memberi jeda Ratmi untuk bicara. " iya pak iya super sudah berangkat dari tadi belum kembali ke rumah sepertinya kondisi mbak Dela tidak perlu dikhawatirkan semuanya baik-baik saja Pak Bapak tenang saja nanti kalau mbak Dela sudah di rumah nggak saya telepon Bapak emangnya Bapak Tadi sudah ditelepon ya sama Pak Dewa? saya juga tadi dapet kabarin sama Pak deWa. Pak dewa bilang dia sudah nelpon Bapak makanya saya nggak nelpon Bapak lagi maaf ya pak," ujar Ratmi beralasan. "Iya Bik Ratmi tadi memang Pak Dewa yang menelpon saya. jadi tidak perlu sungkan. Saya sebentar lagi akan tiba. semoga saja jalan yang tidak macet. segera beritahu saya kondisi kalau kamu sudah tahu kondisi Della. Sepertinya dia hanya pingsan. Saya harap Hanya seperti itu. Bukankah dia pagi tadi sudah sarapan bersama saya? kenapa tiba-tiba dia pingsan ya?"tanya Rio khawatir. "mungkin bade lagi kecapean Pak beberapa hari ini dia sering sekali membantu pekerjaan rumah bersama saya. mungkin dia kelelahan pak. karena itulah pingsan Pak. lagipula Ini pertama kalinya di ke sekolah sendirian tanpa adanya pengasuh dan supir pribadinya. saran saya lebih baik besok supir pribadi mbak Dela nunggu aja di sekolah seperti biasanya Pak. meskipun gak ada pengasuhnya Biarin sopirnya nungguin di sekolah juga," ujar Ratmi memberi saran. "ya ya Kamu benar juga Ratmi itu benar sekali. Ini pertama kalinya Della seorang diri di sekolahan, tanpa pengasuhnya. Mungkin dia sedikit terkejut biasanya tergantung sama pengasuhnya dan sekarang pengasuhnya tidak ada. Baiklah mungkin besok sepertinya sopirnya harus menunggu dia di sekolahan lagi pula sebaliknya juga tidak ada pekerjaan kan di rumah? Kamu benar sekali ya sudah telepon saya kalau ada perkembangan apa-apa mengenai dela ya buk Ratmi,"ucap Rio kemudian memutuskan sambungan telepon dengan Ratmi. "ratni benar juga jangan-jangan Della terlalu kelelahan karena beberapa hari ini Dia memutuskan untuk bekerja membantu pekerjaan di rumah apa di dalam menangani kelelahan dan jatuh pingsan? lagi pula dia sudah selalu sarapan terus minum s**u tadi tidak mungkin gara-gara tidak sarapan jajan pingsan? Aku benar-benar khawatir jangan-jangan dia nanti sakit seperti ibunya Aku tidak ingin lagi kehilangan orang yang aku cintai itu. apa sebaiknya aku kembali mempekerjakan seorang pengasuh untuk Della? agar ada orang yang membantunya di sekolah? tapi dia pasti akan malu lagipula dia sudah besar sekarang ini apa yang harus aku lakukan ya? tanya Rio. sangat bersyukur sekali Rio pulang kembali dari Surabaya dengan membawa supir jadi dia lebih santai dan bisa fokus memikirkan beberapa hal dan juga beberapa hal penting lainnya. Sedang berpikir mengenai Della tiba-tiba saja handphonenya kembali berdering ia berharap itu adalah orang rumah yang kembali memberinya informasi mengenai kondisi ternyata itu adalah nomor baru sepertinya Rio sangat mengenali foto yang tertera di layar kaca handphonenya itu. "Dewi,"ujar Rio. "Oh Astaga, sepertinya ini nomer Gita,"kata Rio sadar, tak mungkin Dewi menelponnya. "Iya Dewi ah maksudku Gita ada apa-apa ada sesuatu hal yang penting ingin kau bicarakan," tanya Rio langsung kepada intinya karena dia tidak ingin berlama-lama ditelepon karena dia juga sedang menunggu kabar berita mengenai anak semata wayangnya yang tengah pingsan di sekolah tadi. " Dewi? ini kita Mas Ya ampun mas Rio ini gimana sih bukannya tadi janjinya Nanti malam kita mau ketemuan dan makan malam bersama? ini kan pertama kalinya kita bertemu setelah bertahun-tahun Mas? kau langsung pulang aja ke jakarta tanpa memberitahu Gita sih? kita juga mau pulang kalau tahu Mas mau pulang ke Jakarta sore ini Kenapa nggak bilang ke kita biar kita bisa barengan? kita juga sebenernya menunda keberangkatan Gita gara-gara mau makan malam sama mas Rio tahunya masih buru pulang ke Jakarta sendirian tanpa memberitahu Gita," Gita pura-pura cemberut di ujung sana. " Oh ya Gita Maafkan saya saya belum pernah terburu-buru kembali ke Jakarta bukan Keinginan saya. Saya ingin janji saya untuk makan malam bersama kamu malam ini. saya benar-benar sangat menantikannya juga Tapi maafkan saya Gita karena saya harus segera pulang kembali ke Jakarta saat ini juga," ujar Rio. Ia menjelaskan alasannya. "Memangnya ada apa sih Mas? apa yang terjadi? apa pacar Mas menelpon dan meminta untuk segera pulang kembali ke Jakarta? kok gitu buru-buru sih padahal Katanya tadi mau Santai dulu ke di Surabaya sambil liburan dan jalan-jalan Mas? katanya juga mau seenggaknya 2 hari atau 3 hari masih di Surabaya Kok tiba-tiba berubah pikiran gini sih?" tanya Gita penasaran. Sekaligus menggali lebih dalam mengenai Rio dari Rio sendiri langsung. " Iya Gita bukannya seperti itu mas sama sekali nggak punya pacar. nggak ada waktu untuk mikirin pacaran.yang membuat Mas harus segera kembali ke Jakarta adalah anak semata wayang saya yang bernama Della. dia tadi pingsan di sekolah. itu lah Kenapa saya harus secepat mungkin kembali ke Jakarta.Saya tidak ingin terjadi sesuatu kepada anak saya satu-satunya itu apalagi mendengar dia bisa mengingatkan saya kepada ibunya dulu. Saya takut terjadi sesuatu kepada Della, karna saya harus segera kembali ,"Rio menjelaskan. "jadi Mas gak punya pacar? Baguslah Aku mau jadi pacar kamu Mas," batin Giita tersenyum di dalam hatinya. "Gita Kenapa diam saja Kamu marah ya? nanti kalau kita sama-sama di Jakarta kita bisa kontek-kontek lagi dan gue jemput ketemu ya soalnya saya benar nggak bisa sekarang saya harus fokus dan sedang menunggu kabar berita mengenai Della. saya perlu baru minta maaf sekali kita,"ujar Rio kembali meminta maaf secara sopan. " oh ya nggak papa mas Rio. saya juga mengerti. Saya juga kan punya putri dan itu juga sama kayak mas, anak semata wayang. satu-satunya. karena itu saya menjadi mengerti perasaan mas kalau mas kan khawatir kepada anak mas ya sudah mas urus saja dulu anaknya. besok atau lusa bisa hubungin saya. kita bikin janji lagi. Ya sudah ya mas maaf saya sekarang terlalu khawatir karwna mas tiba tiba saja kembali ke jakarta tanpa memberi tahu saja,"katanya Gita. "Terima kasih sekali ya kGita untuk pengertian kamu saya benar-benar berterima kasih untuk hal itu Iya saya memang sangat khawatir dengan Della karena dia adalah satu-satunya harta milik saya saat ini saya janji besok atau lusa saya akan segera menghubungi kamu agar kita bisa membuat janji yang baru untuk makan malam bersama sekali lagi terima kasih banyak ya Gita," ujar Rio kemudian telah memutuskan sambungan teleponnya. Rio pun segera menghubungi kembali Ratmi berada di rumah Karena dia sudah sangat khawatir karena kami tidak juga memberikan kabar kepadanya ternyata Dela masih berada di sekolah dan tidak ingin pulang karena merasa Kondisinya sudah membaik dia juga sudah dirawat di unit kesehatan siswa dan sudah ditemani oleh seorang dokter muda Karena itulah Dela menolak untuk dijemput oleh sang supir dia sudah merasa lebih baik dan. "mbak Dela nya nggak mau pulang pak Rio, tadi sopir sudah kesana dan mbak Dela bilang kalau dia sudah baik-baik saja. non Della cuma pingsan kayaknya kelelahan aja Pak karena itu dia nggak mau pulang. katanya ada pelajaran tambahan hari ini dan dia nggak mau bolos sekolah. non Della akan segera pulang kalau keadaannya memburuk. Lagian dia juga sudah dirawat oleh dokter di sekolah, jadi dia sudah merasa lebih baik," ujar Ratmi menjelaskan kepada Tuan besarnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN