RESTU DAN DOA TERBAIK BUAT YANG TERKASIH

1185 Kata
Hari Demi Hari Berlalu dengan cepatnya tidak terasa beberapa bulan kemudian waktu untuk pernikahan pun tiba juga sebenarnya della belum bisa melihat ketulusan dari seorang Gita. Tapi ayahnya sepertinya sudah tidak sabar lagi untuk menunggu keputusan kata Iya dari della. Pada akhirnya Della dwngan berat memutuskan untuk setuju dengan pernikahan sang ayah. "Kak, Minggu depan papa akan menikah. Mungkin kakak juga sudah membaca artikel nya di surat kabar,"curhat Della siang itu dengan lesu dihadapan Chaca. "kok ceritanya Kamis Begitu Sayang apa dia nggak belum makan tanda tanya kenapa Dela? Della belum restui Papa mau nikah lagi sama Tante itu? jangan gitu dong Mereka kalau sudah menikah sudah seharusnya Andela menampakan wajah ceria dan bahagia dengan pernikahan Ayah benar kan? papamu pasti sedih banget kalau tahu kamu berwajah seperti ini dengan rencana pernikahannya bukan? kalau sayang sama papa kan? cobalah untuk merasakan juga kebahagiaan Papa tersenyum dan berbahagialah coba mengikhlaskan keputusan papa Tante. Kakak yakin Papa juga pasti sudah memikirkan semuanya tentang Della ini juga pasti demi kebaikan dia juga kan papa mau sendiri yang bilang dia lah kau lebih banyak fokus pada perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya kamu juga tanggung jawab apa dan dia berharap dengan adanya sampai di rumah kamu tapi bisa dia mengurusi dengan mesin kamu. kakak tahu kamu kan anak kecil yang harus diawasi 24 jam lagi kan? Tapi Papa masih tetap merasa kekhawatirannya. iya kakak percaya tante Gita pasti akan menjaga dan merawatmu dengan baik. karena itu kamu harus setuju dan ikhlas. coba pikirkan dari sisi baik kamu tentang keputusan Papa ini. kakak yakin papamu pasti sudah mendahulukan kamu di atas kepentingannya,"terang Chaca. "telapak cocok kamu kok marah sih nggak jelas banget ya Papa menikah lagi Aku bener nggak suka sama Tante itu jujur aja Kak Tapi Kakak bener apa pasti sudah sering memikirkan perasaanku juga buktinya sampai berbulan-bulan tanpa menunda kakak tahu kan mereka memutuskan untuk menikah saat aku berulang tahun ke-15 Beberapa bulan yang lalu ini sudah 5 bulan dan papa benar-benar menunggu sampai aku benar-benar siap. tapi sebenarnya aku juga belum siap Kak. Ya ampun kok kerasa kayak gitu ya Kak. Mungkin perasaan Mama juga kayak gini ya Kak. karena itu aku ngerasa kayak gini. mama mungkin masih tersakiti kali ya. Astaga kak Chaca. hiks hiks. kamar mama biasanya kosong kini sekarang sebentar lagi setelah papa menikah kamar mama akan ada wanita lain yang menempati nya. pakaiannya akan dipakai oleh dia. perhiasannya, semua barang barang miliknya. Kakak tahu kan dia terobsesi banget sama mama? ini kali kak yang dia inginkan. mengambil seluruh barang mama. iya mungkin kayak itu rencananya kak. Aduh, kok aku makin nggak ikhlas,"Della makin menangis histeris. "Sayang enggak mungkin lah tante itu seperti itu sayang. Kak Chaca pikir, ini hanya kebetulan saja. tidak sebenarnya ini juga sudah ditakdirkan. dia sudah ditakdirkan untuk menjadi Mama sambung kamu. Lagian, selama ini kan kakak lihat, dia perhatian sama kamu beberapa kali dia datang ke sekolah untuk menanyakan keberadaan kamu dan kabar kamu kakak juga sering menjadi sering ngejemput kamu kan? kenapa Dela jadi berpikir buruk seperti itu?"tanya Chaca coba menenangkan. Dela menatap kakak caca dengan sungguh-sungguh iya aku setuju dengan apa yang baru saja dikatakan oleh kayak aja tersebut tetapi dia merasa sepertinya diri sendiri masih tidak rela terus berbagi cinta sang papa dengan wanita lain wanita asing yang baru dekat dengannya beberapa waktu ini yang mati tidak rela posisi sang ibunda dewi ambarwati harus tergantikan oleh wanita asing itu. "Kak Caca bener Kayaknya aku cuman nggak rela aja berbagi Papa mungkin Seharusnya aku lebih mengerti tante egita. Semoga saja kekuatiran aku ini sama sekali gak beralasan ya Kak jujur aja aku jadinya takut apalagi kakak tahu kan aku nggak pernah deket sama orang lain selain asisten rumah tangga Aku di rumah selama ini tadi aku cuman takut aja Kak kehidupan aku jadi terus sih gara-gara Ada orang baru di rumah Tante bukan berarti aku nggak nerima tante egita dan anaknya hanya saja tak kenapa ya Kak aku ngerasa ada keraguan pada kepalsuan dan ada sesuatu hal yang salah nantinya Aku cuman takut keputusan Papa itu Masalahnya jadinya salah Aku beneran takut Kak," Dela menceritakan kegelisahannya. "Berdoalah kepada Allah banyak-banyak Dela sayang. Allah pasti akan menjaga Papa dengan baik. Adalah sayang kan sama Papa pengen lihat papa bahagia kan sayang kan tanya kalau begitu restui dan Doakan Papa kenapa padahal orang yang pandai kekasih yg di dunia ini kan? Kebahagiaan Papa pasti kebahagiaan Della juga bukan? Jadi kalau papa bahagia Della juga pasti bahagia kan? Papa pasti sudah memikirkan masa-masa keputusannya ini sayang dia pasti juga melibatkan kamu di dalamnya dan berharap kamu juga mendapatkan kebahagiaan atas kebahagiaan papa jadi Della harus juga bahagia sama kayak Papa ini," ujar Caca menasehati. Della menghabiskan waktu istirahatnya bersama dengan Caca menceritakan segala kegelisahannya kepada Caca. Dia sangat berterima kasih sekali atas saran dan nasehat dari kaca tersebut dirinya merasa sedikit senang kalau berbicara dengan Kak Caca siang itu. Meskipun masih ada rasa khawatir tidak ada tetapi dalam berusaha mengusirnya jauh-jauh. Malam harinya Rio sudah menunggu Della di ruang makan. Rio serius sangat berharap sekali jika anak semata wayangnya itu akan memberikan keputusan yang baik dia sudah menantikannya beberapa hari ini seperti dari cerita kekasihnya Gita bahwa dia dan dia sudah semakin dekat bahkan beberapa kali Della sendiri yang lebih dahulu menghubungi Gita. "Sama malam daerah Sayang, ayo makan yuk Tapi udah nungguin kamu dari tadi loh bareng-bareng kita makan sama-sama udah lama kan nggak makan bareng-bareng Papa?" Ujar Rio Rama kepada sang putri. Dela sangat tahu apa maksud dan tujuan Papanya pulang lebih awal Hari Ini papanya pasti sudah sangat menantikan sekali keputusannya hari ini meskipun Sebenarnya dia sendiri belum ingin mengatakannya kepada sang Papa Jujur saja masih ada perasaan mengganjal di hatinya meski sudah berulang kali mencoba menepis tersebut tetapi ia masih saja tidak bisa ada ketidakrelaan dan kegundahan di hati setiap kali memikirkan jika Papanya akan menikah lagi dengan wanita lain. "Papa Emangnya Papa Beneran Serius yang mau menikah sama tante Della?" Tanya Della serius kepada sang papa. Rio pun tersenyum kemudian membelai rambut Dela dengan lembut Ia pun berkata kepada putri semata wayangnya itu, "della sayang, tentu saja papa serius mau menikah dengan tante Gita. tentu dia sudah mengerti bukan kalau Papa juga serius menjalani ini semua. Tapi kalau memang dia masih terlalu berat untuk menerima ini semua nggak papa lagi pula Papa cukup senang kamu sudah lebih dekat dengan tante Gita," Rio coba memahami perasaan putrinya. "Della sudah mengikhlaskannya papa enggak papa rela ikhlas kalau Papa menikah lagi doa dan restu setela untuk papa tersayang. Della mau papa bahagia dan Della juga ikut bahagia Kalau papa bahagia," ujar Della tersenyum. Rio langsung memeluk Putri semata wayangnya tersebut. dia benar-benar sangat bahagia atas keputusan yang disampaikan oleh Della tersebut. Rio Tahu betul Jika putri masih belum bisa mengikhlaskan jika posisi almarhum mamanya digantikan oleh wanita lain dia juga tahu dengan pasti jika anaknya itu belum mau berbagi sang Papa kepada wanita lain dan juga anak tirinya nanti. Tetapi della udah besar dan sudah mulai dewasa dan mulai mengikhlaskan sesuatu hal yang paling dia sayangi. Serius sangat bersyukur sekali Jika putrinya mulai memahami sebuah keputusan besar dalam dirinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN