SENDIRIAN

1074 Kata
Della melangkah kakinya meninggalkan sekolahnya hari ini dirinya bernama yang tidak menyangka jika sahabat baiknya kaca akan segera keluar dari sekolah Padahal selama ini dia merasa sekolah adalah tempat yang sangat nyaman selain di rumahnya sekarang rumahnya sudah dengan suasana baru dan aturan baru itu membuat dia merasa seperti tidak berada di rumahnya dan sekolah adalah satu-satunya tempat yang membuat dia nyaman dan sekarang orang yang menjadi alasannya merasa nyaman di sekolah juga akan pergi membuat Della benar-benar merasa sekarang tak harus pergi akan kemana setelah ini. "sekarang Kak Caca juga nggak akan ada lagi di sekolah terus nanti aku ceritain sama siapa? temen-temen yang lain tapi orang yang paling enak diajak bercerita adalah Kak Caca orangnya dewasa dan juga mudah memahami aku dia bener-bener sahabat baik aku aja aku udah lebih dewasa kan aku suka cacat tapi sekarang gimana Kak Caca juga harus mementingkan kuliahnya ada pada aku Sudahlah," ujar dellatampak lesu dan masuk kedalam mobilnya. "non Della kenapa? sakit ya Non? Apa perlu kita mampir ke dokter dulu?" tanya sopirnya berhati-hatilah nampak della sepertinya sangat lesu kaca mobil. "Della gak papa kok pak kita pulang aja. Bapak tadi dari pulang nggak? ada siapa di rumah? mama Gita ada di rumah ya? tanya Della kepada sang sopir berharap tidak ada orang di rumahnya saat ini. "nggak non nggak ada siapa-siapa di rumah saat ini. Bapak tadi dari pulang dan nyonya Gita enggak ada di rumah . Tuan besar juga katanya akan pulang terlambat malam ini," jelas sang supir kepada della. "ooh, "ucap Della tambah lesu. "sekarang sudah punya keluarga baru mama baru dan saudara baru tetapi keduanya sibuk dengan urusan mereka sendiri tetapi Ketika pulang ke rumah sama aja nggak ada siapapun. Papa juga makin sibuk Dan makin percaya kalau aku ada yang nemenin ada yang ngurusin tapi kan dia sadar diri sendiri kalau istri barunya itu adalah seorang artis yang juga aku kesana kemari untuk shooting dan juga keperluan keartisannya. sama aja sih Pah Yang penting papa bahagia aja deh," uca della mencoba tegar. jam dinding sudah menunjukkan pukul 3.30 sore biasanya dirinya aka pembantunya membersihkan halaman rumah yang nampak kembali kotak gara-gara debu dan juga daun-daun sambil sesekali mereka akan saling bercerita hingga sore hari barulah mmereka menyiram seluruh tanaman yang ada di rumah itu merapikannya. "sekarang ngapain ya? Mama Gita ngelarang aku untuk lakuin pekerjaan rumah sekarang ini. pekerjaan rumahnya akan dikerjakan sama-sama di akhir pekan aja. itu pun gak wajib Jadi sekarang aku nggak bisa lagi tuh bantuin ngerapiin halaman? peraturan yang aneh sih menurut aku Kenapa enggak boleh bantuin pekerjaan rumah aku juga kan nggak ada kerjaan di rumah sepulang sekolah kayak gini rasanya bosan. mau keluar mau main juga nggak boleh harus izin dulu jadi seperti apa harusnya? "kelu Della merasa kesal tidak bisa melakukan apapun yang dia suka. Della yang merasa Bosan pun kemudian menonton televisi dan mengeluarkan seluruh kaset dan video yang ia sukai. Ia pun menyalakan komputer nya dan mulai bermain video game. Del sama sekali tidak keluar dari kamarnya hingga adzan maghrib berkumandang PS ketika dia mengecek ada anggota keluarga yang sudah pulang ternyata tidak ada satupun. Mama Gita bahkan juga kak sinta sama sekali belum pulang ke rumah dan ayahnya pun akan pulang larut malam. "udah jam 7 malam udah waktunya untuk makan malam Katanya makan malam akan selalu sama-sama terus sekarang kok sendirian sih di atas meja makan? apa-apa juga nggak pulang Kak Sinta juga katanya nggak pulang sepertinya masa iya ke di kampus harus sampai jam seperti ini? Mama juga katanya akan nemenin malam makan malam setelah jadi Mama barunya adalah kok malam ini nggak ada sih? apa gara-gara Papa nggak pulang Jadi mereka semua nggak akan pulang?" batinnya Della bertanya sendiri "nan dela kok kayaknya lesu banget ya pulang dari sekolah tadi? Nona Della lagi sakit ya? beliin obat? atau di panggilin dokter aja? "tanya Ratmi pada Della. "aku baik-baik aja kok nggak papa kok Aku mau makan aja di kamar boleh kan? bawain ke kamar aja ya makanannya kayaknya enggak kan ada orang rumah yang pulang salat makan malam ini. tuh sama aja udah ada Mama baru saudara baru tetap aja deh lo makannya sendirian mendingan bawa ke kamar aja di ujar Della menyuruh pembantunya membawakan makanan yang ke kamar. Redmi hanya menatap iba kepada sang majikan budaya tersebut kemudian dengan patuh ia membawakan makanan Della ke dalam kamarnya tidak lupa setelahnya pun ia mengambil kembali piring yang sudah kosong tersebut resmi bahkan bertanya apakah ada sesuatu yang dibutuhkan dalam atau tidak lagi lagi dalam rasa lesu dan menjawab tidak ada yang ia butuhkan sekarang bila Hanya berdiam diri Lagi di kamar menatap langit-langit kamarnya ia benar-benar merasa bosan saat ini kenapa sudah ada saudara Tetapi dia masih ada saja merasa sendirian. "Aku mau tambahan les aja deh buat malam kalau begini terus aku rasanya mau mati bosan deh temen nggak ada nggak bisa juga keluar sembarangan apa aku izin Mama aja ya bilang kalau aku mau ada kursus tambahan aja? tapi apa diizinin apak nggak suka kalau aku ada kegiatan malam-malam?" perang batin dalam berbicara sendiri Della kemudian membaca novel yang sudah lama ia beli namun tak sempat ia baca. ia benar-benar merasa bosan Saya tidak pernah merasa bosan ini sebelumnya. hingga pukul 10.00 dalam masih saja terjaga dengan novel di tangannya ingin tahu apakah sudah ada orang rumah yang pulang 8 turun dan memeriksa Apakah Papa dan Mama sudah pulang atau belum. "rupanya Papa sama Mama juga belum pulang? Kak Sinta juga mobilnya enggak ada apa mereka akan pulang terlambat? ini sudah pukul 10 malam apakah ini belum terlambat untuk pulang? kampus apa yang masih buka sampai jam 10 malam? apa Papa tahu kalau anak barunya itu pulang selarut ini? apa Kak Sinta sudah bicara sama Mama kalau dia akan pulang selarut ini?? Della sambil geleng-geleng kepala. Della tidak ingin menghakimi orang lain saat ini tetapi dia hanya merasa heran saja Kenapa orang di rumahnya tidak ada yang pulang pada sudah selarut Ini papanya memang sudah terbiasa lembur dan biasanya Ia memang tidak menunggunya tapi intinya adalah malam pertama sejak keluarganya bertambah dan keduanya sama sekali tidak ada yang menemani dirinya di rumah. ia sangat berharap dengan kehadiran mama baru dan juga saudara baru dia tidak akan lagi kesepian di rumah apalagi usia mereka yang tidak jauh berbeda Della berharap cinta bisa menemaninya setidaknya mengajaknya bicara ketika berada di rumah. tetapi sekarang jangan Pekanbaru bicara cinta pun bahkan sudah ada dimana padahal hari sudah selarut ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN