Adrian menatap nanar kearah keluarganya yang tertawa ria. Mereka sangat senang saat ini. Bahkan Adrian melihat Mahendra menggendong putrinya. Adrian juga merasa iri ketika Vania dengan tulis hati tersenyum pada Mahendra. Adrian juga melihat kedua orang tuanya yang turut serta tertawa. "Seharusnya aku yang ada disana. Bukan Mahendra. Aku menyesal telah meninggalkan Vania dan juga Dinda. Semakin besar, Dinda sangat mirip denganku. Aku yakin kalau dia memang putriku." Kata Adrian. Adrian merasa menyesal. Setelah berpisah dari Vania, hidupnya terasa hampa. Dia hidup tanpa sebuah tujuan. Dia juga tak pernah merasa bahagia walupun sesaat. Dia punya uang dan juga semuanya. Tapi dia tidak pernah merasa punya sebuah keluarga. Dia mendapatkan s*x dari banyak wanita. Tapi tak pernah sekalipun dia m

